“Blended Finance' yang Inovatif Jadi Solusi Tingkatkan Konsesi Proyek Iklim
📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko SMenurut Amalia, skema blended finance akan mampu menutupi kesenjangan pembiayaan program tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) secara global yang diperkirakan akan naik 70 persen.
Bahkan, kesenjangan pembiayaan SDGs ini juga terjadi di Indonesia dan menjadi lebih besar dari sebelum pandemi Covid-19, sehingga pemerintah harus semakin bersiap menghadapi ketidakpastian dan tantangan masa depan termasuk perubahan iklim.
Ia menjelaskan sebenarnya di tingkat global telah ada upaya peningkatan pembiayaan atau adaptasi dan mitigasi perubahan iklim namun dana yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.
Sebagian besar proyek energi dan transportasi utamanya didanai oleh pinjaman dengan bunga rendah dan sebagian besar disediakan oleh pemerintah. "Kami membutuhkan mobilisasi sumber pendanaan lain," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!