Pilpres Panama, Mantan Menteri Jose Raul Mulino Terpilih Jadi Presiden
📅 Senin, 06 Mei 2024, 09:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Matias Delacroix
PANAMA CITY - Jose Raul Mulino, anak didik mantan kepala negara yang terpidana korupsi, dinyatakan sebagai presiden terpilih Panama setelah pemilu pada Minggu (5/5).
Mulino (64) memenangkan pemilu putaran pertama dengan perolehan lebih dari sepertiga suara, kata pengadilan pemilu di negara Amerika Tengah itu.
Beberapa saat sebelumnya, runner up Ricardo Lombana telah mengakui kekalahan.
Pemilu ini diadakan ketika negara tersebut sedang bergulat dengan korupsi yang sudah mengakar, kekeringan parah yang telah melumpuhkan Terusan Panama yang kritis secara ekonomi, dan arus migran menuju Amerika yang melewati hutan-hutannya.
Antrean mengular di TPS-TPS ketika para pemilih di negara Amerika Tengah berpenduduk 4,4 juta jiwa itu memberikan suara mereka untuk memilih presiden, parlemen, dan pemerintah daerah yang baru guna mengatasi masalah-masalah mendesak tersebut selama lima tahun ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jajak pendapat menunjukkan pengacara sayap kanan Mulino unggul jauh dari delapan kandidat.
Namun dia harus menunggu keputusan pengadilan pada menit-menit terakhir pada hari Jumat yang akhirnya mengesahkan pencalonannya.
Panama Harus Berubah
Sebaiknya Anda baca juga:
Mulino menggantikan mantan presiden Ricardo Martinelli sebagai kandidat dari partai sayap kanan Realizing Goals (RM) setelah Martinelli kalah di pengadilan banding atas tuduhan pencucian uang.
Pencalonan Mulino, yang pernah menjadi pasangan wakil presiden Martinelli hingga mantan pemimpin tersebut didiskualifikasi, kemudian ditentang karena ia belum memenangkan suara utama atau memilih pasangannya sendiri, sebagaimana diwajibkan oleh hukum.
Mahkamah Agung menolak pengaduan tersebut pada hari Jumat dalam sebuah keputusan yang disambut baik oleh Martinelli, yang diyakini sebagian besar warga Panama akan memegang kendali dari belakang layar, menurut jajak pendapat baru-baru ini.
Martinelli, yang tetap populer di Panama, mencari suaka di kedutaan Nikaragua, tempat ia berkampanye untuk anak didiknya.
Kandidat utama presiden juga menyampaikan janji serupa: menciptakan banyak lapangan kerja, menstimulasi perekonomian, dan melakukan reformasi untuk memerangi korupsi.
"Panama harus berubah. Terlalu banyak korupsi," kata salah satu pemilih, Jennifer Navarro, seorang guru berusia 50 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!