Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bantul Sebut Tiga TPST Mampu Mengolah Sampah 150 Ton

📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bantul Sebut Tiga TPST Mampu Mengolah Sampah 150 Ton Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Tempat pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan tiga tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang sedang dalam proses pembangunan pada tahun 2024, jika kapasitasnya digabungkan mampu mengolah sampah hingga 150 ton per hari.

"Beberapa bulan ke depan TPST dengan kapasitas 50 ton di Dingkikan Argorejo pasti jadi, kemudian TPST di Modalan Banguntapan juga 50 ton, dan fasilitas pengolahan sampah ITF (intermediate treatment facility) di Bawuran Pleret juga berkapasitas 50 ton," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Minggu.

Menurut dia, dengan total sebanyak 150 ton sampah yang dikelola di fasilitas pengolahan sampah tiga lokasi itu, nantinya Bantul bisa menyelesaikan urusan sampah sendiri, atau sampah yang diproduksi di Bantul bisa dikelola dengan maksimal.

"Jadi dari TPST-TPST yang dibangun Pemkab Bantul itu sesungguhnya urusan sampah bisa selesai di Bantul, itu belum ditambah TPST sistem reduce, reuse dan recycle (3R) milik kelurahan-kelurahan," katanya.

Dia mengatakan, sebetulnya kalau sampah dari Bantul tersebut dikelola di Bantul sudah cukup, namun kalau harus mengelola sampah yang diproduksi dari luar Bantul, maka fasilitas pengolahan sampah yang ada di Bantul menjadi kurang.

"Contoh TPST milik Kelurahan Panggungharjo mengelola sampah Kota Yogyakarta, karena memang kota harus ditolong tidak ada cara lain, selain kota memanfaatkan potensi pengelolaan sampah yang ada di Bantul," katanya.

Dengan demikian, kata dia, Pemkab Bantul juga perlu berpikir lebih luas, bukan sekadar mengolah sampah Bantul saja, apalagi saat ini sedang masa transisi pengelolaan sampah secara desentralisasi menyusul ditutupnya TPST Piyungan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) regional DIY.

"Problemnya adalah sampah itu tidak hanya dari Bantul, terutama dari kota yang memang ada kerja sama antara Kota Yogyakarta dengan Bantul, maka biarlah masa transisi ini kita lalui, kekurangan-kekurangan kecil itu pasti terjadi, namun pada saatnya nanti akan selesai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.