Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tirta Bhagasasi Jadi 'Benchmark'

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Tirta Bhagasasi Jadi 'Benchmark' Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Kunjungan Perumdam Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi ke Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi di ruang rapat Perumda Tirta Bhagasasi, Kamis.

BEKASI - Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi menjadi percontohan (benchmark) untuk mengatasi kebocoran dan kehilangan air bersih. Maka, tidak heran perusahaan air minum lain belajar ke Bhagasasi. Salah satunya, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mereka melakukan studi banding menyangkut penanganan kebocoran atau kehilangan air ke Bhagasasi. Kunjungan dipimpin Direktur Utama Perumdam Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, Muhamad Kamaludin Zen. Dia didampingi Ketua Dewan Pengawas Perumdam Aep Majmudin, Asisten Daerah II, dan Kepala Balitbangda.

"Kami ingin belajar teknik yang telah dilaksanakan Perumdam Tirta Bhagasasi dalam upaya mengatasi kebocoran air yang berdampak terhadap penambahan pendapatan," kata Muhamad Kamaludin Zen usai kunjungan di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Zen mengatakan kunjungan kerja terkait kebijakan Perumdam Tirta Bhagasasi yang telah melakukan kerja sama dengan swasta dalam rangka mengatasi kehilangan air atau kebocoran. "Pelajaran dari Kabupaten Bekasi ini akan kami bawa ke Sukabumi untuk dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan aspek teknis," katanya.

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim, menjelaskan, pola kerja sama dengan pengusaha swasta sudah dilakukan sejak tahun 2020 dengan berbasis kinerja. Ini termasuk upaya mengatasi persoalan kebocoran air.

"Sebelumnya kebocoran di Perumdam Tirta Bhagsasasi Cabang Babelan 41 persen lebih. Kini berkurang 28 persen. Ini sekaligus menambah pendapatan serta jumlah pelanggan," jelas Usep. Menurutnya, sistem pembagian hasil pengurangan kebocoran, 70 persen untuk swasta yang mengerjakan dan 30 persen untuk Bhagasasi.

Tak Keluar Uang

Usep menuturkan, dalam kerja sama itu, Tirta Bhagasasi tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sebab seluruh perbaikan kebocoran mulai penggantian pipa, alat ukur, dan alat lain yang diperlukan untuk mengurangi kebocoran, ditanggung swasta.

Setelah perjanjian kontrak lima tahun selesai, seluruh peralatan yang diganti swasta menjadi milik kami. Tadinya pendapatan Cabang Babelan 4 miliar setiap bulan. Kini naik menjadi 5 atau 6 miliar. "Ini berkat kesuksesan mengurangi kehilangan air," tandas Usep.

Lebih jauh Usep menjelaskan, untuk mengatasi kehilangan air akibat kebocoran sangat mudah. Ini cukup dengan mengganti seluruh jaringan pipa lama. Ini termasuk alat ukur meteran. Namun, biaya yang dibutuhkan relatif besar.

Dia juga menyatakan kebocoran dalam setiap pengolahan air perusahaan daerah pasti terjadi dalam proses produksi. Sebab pekerjaan pengurasan reservoir penampung air maupun instalasi pengolahan air secara periodik memerlukan air. Penggunaan untuk pengurasan dihitung sebagai kebocoran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.