Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bisa Untung Rp25 Juta Sekali Panen, Produksi Jagung di Lebak Menjadi Andalan Ekonomi Petani

📅 Minggu, 28 Apr 2024, 16:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bisa Untung Rp25 Juta Sekali Panen, Produksi Jagung di Lebak Menjadi Andalan Ekonomi Petani Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Komoditas pertanian jagung di Kabupaten Lebak menjadi andalan ekonomi petani.

Lebak - Produksi pertanian jagung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga kini menjadi andalan ekonomi petani guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami dengan menanam pertanian jagung seluas satu hektare bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp25 juta/per panen," kata Samsuri (55) seorang petani warga Gunungkencana Kabupaten Lebak, Minggu.

Para petani di wilayahnya produksi pertanian jagung hingga kini menjadi andalan ekonomi, karena dengan waktu 100-110 hari setelah tanam bisa dipanen.

Produktivitas jagung hibrida rata-rata 7 ton/hektare dengan harga kondisi kering Rp6.000/kilogram, sehingga jika diakumulasikan bisa menghasilkan Rp42 juta.

Dari pendapatan sebesar itu dipotong biaya upah kerja, pupuk dan benih Rp17 juta, sehingga mereka petani bisa meraup keuntungan Rp25 juta/panen.

"Kami di sini jika panen jagung mencapai ribuan ton dan ditampung oleh perusahaan peternakan di Balaraja, Tangerang,"katanya menjelaskan.

Begitu juga Suryadi (60) petani lainnya mengatakan selama ini pertanian jagung menjadikan komoditas andalan ekonomi di Gunungkencana.

Mereka para petani mengembangkan budi daya pertanian jagung hibrida itu dengan memanfaatkan lahan milik Perum Perhutani dengan sistem sewa.

Sebaiknya Anda baca juga:

Saat ini, ribuan hektare di lahan itu dijadikan pengembangan pertanian jagung.

"Kami sangat terbantu ekonomi keluarga dari pendapatan Rp25 juta per panen dengan tanam seluas satu hektare," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan produksi jagung dari Januari - Maret 2024 terealisasi sebanyak 4.118 ton dan dipastikan menggulirkan perputaran uang miliaran rupiah dengan rata-rata harga Rp6.000/kilogram jagung kering.

Selama ini, produksi jagung menjadikan andalan ekonomi petani sehingga mereka memperluas penanaman guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami mengapresiasi kehidupan ekonomi petani jagung relatif baik dan sejahtera,"katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.