Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Keras, Pemkab Bogor Bahas Pengembangan Wilayah dalam Perbaikan Ekonomi

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 04:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras, Pemkab Bogor Bahas Pengembangan Wilayah dalam Perbaikan Ekonomi Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membahas upaya pengembangan wilayah dalam perbaikan kondisi perekonomian pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVIII.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin di Cibinong, Kamis (25/4), mengungkapkan perjalanan otonomi daerah telah mencapai tahap kematangan untuk melahirkan berbagai terobosan dalam identifikasi dan perencanaan wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi.

Selain itu, katanya, membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian dan terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

"Untuk itu, implementasi pengembangan wilayah perlu dilakukan melalui pendekatan kebijakan yang berkelanjutan dan implementasi regulasi ekonomi hijau," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong terwujud transformasi ekonomi melalui program ekonomi hijau, sejalan dengan tema OtdaXXVIII/2024 yakni "Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat", di mana penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pertumbuhan ekonomi dengan memperhitungkan aspek keadilan sosial dan pelestarian lingkungan.

Untuk mewujudkan program nasional ekonomi hijau, Pemkab Bogor turut menyukseskan melalui berbagai program, meliputi penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta percepatan proses pemulihan perekonomian nasional maupun daerah.

"Melalui transformasi produk unggulan dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui seperti industri pengolahan pertambangan, menjadi produk dan jasa yang diperbaharui dengan tetap memperhatikan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan dan pariwisata," ujarnya.

Dia mengatakan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau, antara lain penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil.

Selain itu, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi dan penggunaan material konstruksi ramah lingkungan serta manajemen limbah bangunan.

"Tentunya dengan menggabungkan kebijakan otonomi daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau, untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.