Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Ibu Muda Wajib Paham Ini, Ahli Gizi Paparkan Tata Cara Ukur Balita

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Ibu Muda Wajib Paham Ini, Ahli Gizi Paparkan Tata Cara Ukur Balita Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Ilustrasi pengukuran balita yang tepat.

Jakarta - Ahli gizi sekaligus founder Gizi Nusantara Esti Nurwanti memaparkan tata cara pengukuran balita yang tepat dan akurat untuk menghindari kesalahan.

"Tata cara pengukuran panjang dan berat badan pada balita harus menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, di antaranya permukaan timbangan atau stadiometer yang tidak rata, popok basah yang tidak dilepas, masih memakai baju atau celana tebal seperti jaket, jeans, dan lain sebagainya," kata Esti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Selain itu, ia juga mengemukakan ada beberapa faktor pengukuran balita bisa tidak akurat, di antaranya kaki menggantung, bayi atau balita membawa mainan, bayi atau balita berpegang pada ibu maupun pengasuh, tumit atau tempat bagian tubuh lainnya tidak menempel, bayi atau balita bergerak-gerak, sudut baca pengukur masih salah, dan pembulatan hasil panjang dan berat badan bayi atau balita.

"Hal-hal tersebut merupakan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat pengukuran dan dapat mengurangi akurasi hasil pengukuran panjang dan berat badan bayi atau balita," ujar Esti.

Esti dan tim juga mengenalkan alat pengukur antropometri yang sesuai standar, di antaranya alat ukurbaby scaleuntuk bayi, alat ukur berat badan injak digital untuk balita, alat ukur panjang badan (infantometer ataulength board), alat ukur tinggi badan (stadiometer), pita lila untuk anak usia enam sampai 59 bulan, dan alat ukur lingkar lengan atas dan lingkar kepala.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengemukakan bahwa mengukur balita harus dilakukan dengan baik karena hasil pengukuran berat badan terhadap panjang badan balita atau anak sangat penting.

"Sebagai contoh, berat badan terhadap umur. Ketika berat badan balita atau anak mengalamiunderweightatau berat badan lebih rendah dari standar umur yang ada, dan berlangsung terus menerus, itu tanda jika anak tersebut pertumbuhan otaknya akan terganggu," ujar Hasto.

Ia juga menyebutkan bahwa berat badan berpengaruh terhadap panjang badan karena menentukan kesehatan balita, juga menjadi indikator stunting.

"Berat badan terhadap tinggi/panjang badan menjadi tanda bahwa anak itu sehat atau tidaknya. Dari yang kita ketahui, stunting secara keseluruhan mencerminkan kemampuan perkembangan otak. Dan stunting pasti pendek, namun pendek belum tentu stunting," ucapnya.

Menurut dia, secara umum kelompok orang yang pendek, pertumbuhan otak dan kemampuan kecerdasannya berbeda dibandingkan mereka yang pertumbuhannya lebih optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.