Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belanja Militer Global Naik 7 Persen Jadi US$2,43 Triliun

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 00:06 WIB | Oleh:
Belanja Militer Global Naik 7 Persen Jadi US$2,43 Triliun Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Ket. Pekerja memeriksa selongsong peluru pasca-produksi di Scranton, Pennsylvania, AS, beberapa waktu lalu.Ukraina yang sedang berperang dengan Russia, menghabiskan 65 miliar dollar AS untuk senjata dan amunisi pada 2023.

STOCKHOLM - Lembaga pemikir terkemuka pada Senin (22/4) mengatakan pengeluaran militer global tumbuh 7 persen menjadi 2,43 dollar AS pada tahun 2023, peningkatan tahunan paling tajam sejak tahun 2009 seiring dengan memburuknya perdamaian dan keamanan internasional.

Dikutip dari The Straits Times, Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm atau Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mengatakan dalam sebuah pernyataan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Russia adalah negara dengan pembelanja terbesar pada 2023.

"Negara-negara memprioritaskan kekuatan militer, namun mereka berisiko mengalami spiral aksi-reaksi dalam lanskap geopolitik dan keamanan yang semakin tidak stabil," kata peneliti senior di program Pengeluaran Militer dan Produksi Senjata SIPRI, Nan Tian.

SIPRI mengatakan Russia meningkatkan pengeluaran sebesar 24 persen menjadi sekitar 109 miliar dollar AS. Ukraina meningkatkan pengeluaran sebesar 51 persen menjadi 65 miliar dollar AS dan menerima setidaknya 35 miliar dollar AS bantuan militer dari negara lain.

"Jika digabungkan, bantuan ini dan belanja militer Ukraina setara dengan sekitar 91 persen belanja Russia," kata lembaga tersebut.

Anggaran NATO

Dikatakan pengeluaran negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) berjumlah 55 persen dari pengeluaran dunia.

"Bagi negara-negara NATO di Eropa, perang dua tahun terakhir di Ukraina telah mengubah pandangan keamanan secara mendasar," kata peneliti SIPRI, Lorenzo Scarazzato.

"Pergeseran persepsi ancaman ini tecermin dalam peningkatan porsi PDB yang diarahkan pada belanja militer, dengan target NATO sebesar 2 persen yang semakin dilihat sebagai target dasar dan bukan ambang batas yang harus dicapai."

Negara-negara anggota NATO diharapkan menyisihkan setidaknya 2 persen dari produk domestik bruto untuk belanja pertahanan oleh aliansi tersebut.

SIPRI mengatakan sebagian besar anggota NATO di Eropa telah meningkatkan pengeluaran tersebut. AS menaikkannya sebesar 2 persen menjadi 916 miliar dollar AS, mewakili sekitar dua pertiga dari total belanja militer NATO. "Persentase perubahan tersebut dinyatakan secara riil, dalam harga konstan tahun 2022," tambah SIPRI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

31 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.