Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Berharap Bulog Serap Jagung Hasil Produksi Petani

📅 Senin, 22 Apr 2024, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mentan Berharap Bulog Serap Jagung Hasil Produksi Petani Doc: ANTARA/HO-HUMAS KEMENTAN
Ket. CEK GUDANG JAGUNG | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) saat kunjungan kerja mengecek gudang jagung di Polohumo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, di Boalemo, Minggu (21/4).

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berharap Perum Bulog segera menyerap produksi jagung dalam negeri yang saat ini memasuki panen raya terutama di sejumlah sentra seperti Provinsi Gorontalo, agar harga tidak jatuh.

"Sekarang sudah turun Rp3.600 kasihan petani kita, apakah kita mau impor lagi? Kita kan sudah stop impor nih dan jangan sampai berikutnya terjadi impor lagi. Bulog harus bergerak cepat, kami harap betul Bulog bergerak, kenapa? Kalau ini terus menerus seperti ini kapan selesainya itu impor," kata Amran usai meninjau Gudang Jagung Polohumo di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (21/4).

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja mengecek gudang jagung di Polohumo, Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.

Amran mengaku khawatir jika Bulog tak menyerap maka harga jagung di tingkat petani semakin jatuh. Selain menyerap, kata Mentan, Bulog juga harus membeli dengan harga yang wajar alias menguntungkan.

"Jangan sampai petani rugi karena hasil panen lebih murah dari biaya ongkos produksi," katanya.

Karena itu, Mentan berharap petani terus didampingi agar ke depan bisa melakukan produksi.

"Kalau ini dibeli dengan harga menguntungkan aku pastikan tidak ada lagi itu impor. Tapi jangan biarkan petani di saat harga jatuh berjalan sendiri, nah kami minta Bulog supaya serap. Tolong diserap Ini harganya sudah Rp3.600," kata Amran dalam keterangan diterima di Jakarta.

Mentan menegaskan pemerintah saat ini berkomitmen penuh terhadap nasib dan kesejahteraan petani. Hal ini bisa dilihat dari penambahan alokasi pupuk subsidi yang mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi. Penambahan ini bahkan cukup besar karena mencapai 100 persen.

"Pupuk sudah naik dua kali lipat, untuk disini (Kabupaten Boalemo) sudah kami tambah, perintah Presiden dan saya sudah tanda tangan. Tolong sampaikan ke seluruh Indonesia bahwa pupuk sudah ditambah Rp28 triliun atau naik dua kali menjadi Rp54 triliun, Jadi urusan pupuk sudah tidak ada lagi masalah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

48 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.