Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelanggaran Akademis Marak, Ini 5 Jenis Pelanggaran yang Perlu Diketahui

📅 Minggu, 21 Apr 2024, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelanggaran Akademis Marak, Ini 5 Jenis Pelanggaran yang Perlu Diketahui Doc: Antara
Ket. Ilustrasi.

Hayu Rahmitasari, The Conversation

Kejujuran adalah hal penting dalam proses produksi pengetahuan. Ketika tidak jujur, pengkhianatan terhadap integritas akademis terjadi.

Hal ini disampaikan Masduki, guru besar Media dan Jurnalisme dari Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta yang juga seorang aktivis pro kebebasan akademis, dalam wawancara dengan The Conversation Indonesia, awal 2024 ini.

Integritas akademis adalah nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang berkaitan dengan kejujuran, kepercayaan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, dan keberanian dalam lingkungan akademis. Nilai-nilai ini pada dasarnya berlaku untuk dosen maupun mahasiswa.

Ironisnya, belakangan ini pelanggaran akademis di kalangan dosen justru semakin marak, padahal mereka seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa.

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang integritas akademik dalam menghasilkan karya ilmiah telah mendefinisikan berbagai bentuk praktik pelanggaran akademis. Tulisan ini akan fokus pada pelanggaran yang dilakukan oleh dosen.

1. Plagiarisme

Plagiarisme adalah tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja dalam usaha menggunakan karya, kata-kata, atau ide orang lain sebagai karya sendiri tanpa kutipan atau izin yang tepat.

Praktik ini pernah terjadi di Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta tahun 2023 kemarin. Seorang dosen senior sekaligus petinggi di kampus tersebut menulis artikel di jurnal internasional untuk memenuhi syarat menjadi guru besar. Namun, isinya sama persis dengan skripsi mahasiswa S1-nya.

Plagiarisme juga bisa dilakukan pada karya sendiri (self plagiarism). Contohnya kasus dugaan self-plagiarism yang dilakukan oleh rektor terpilih Universitas Sumatra Utara (USU) tahun 2020 untuk mendapatkan gelar guru besar.

2. Kepengarangan yang tidak sah

Salah satu bentuk kepengarangan yang tidak sah adalah ghostwriting. Praktik ini melibatkan seseorang yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penelitian atau penulisan naskah tetapi tidak terdaftar sebagai penulis.

Dugaan perjokian yang melibatkan para calon guru besar di Universitas Negeri Padang di Sumatra Barat dan Universitas Brawijaya di Jawa Timur adalah contoh dari praktik ini. Para calon guru besar ini membentuk tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen muda untuk membuatkan sekaligus menerbitkan artikel di jurnal internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.