Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi: Aktivitas Kegempaan Lewotobi Laki-laki Masih Fluktuatif

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 17:08 WIB | Oleh:
Badan Geologi: Aktivitas Kegempaan Lewotobi Laki-laki Masih Fluktuatif Doc: ANTARA/HO-Badan Geologi
Ket. Visual Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Kamis (18/4).

LEWOLEBA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut aktivitas visual dan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih fluktuatif pada periode 1-16 April 2024.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis secara menyeluruh dari pemantauan visual dan instrumental, menunjukkan aktivitas visual dan kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki masih fluktuatif dan tingkat aktivitas masih pada level II atau Waspada," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Hendra Gunawan dalam keterangan yang diterima di Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Jumat.

Ia menjelaskan, pengamatan pada periode itu menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan dari jumlah erupsi dan hembusan.

Hal itu menunjukkan bahwa material yang berada di dalam telah terdorong keluar sehingga menyebabkan jumlah gempa permukaan meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kemudian guguran lava masih terjadi namun tidak teramati secara visual. Guguran lava ini berasal dari tubuh lava yang masih belum stabil akibat suhunya yang masih tinggi dan pendinginan.

Pengukuran menggunakan pesawat nirawak pada tanggal 9 April 2024 mencatat jarak aliran berada di sekitar 4.340 meter dari pusat kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

Jika dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya pada tanggal 29 Februari 2024, yakni sejauh 4.320 meter, hal itu menunjukkan pergerakan guguran yang cukup lambat.

"Pengaruh kemiringan lereng dan suhu lava yang masih tinggi memungkinkan lava masih dapat bergerak meskipun sangat perlahan," kata Hendra.

Selanjutnya Badan Geologi mencatat gempa-gempa pada periode tersebut mengalami kenaikan pada jumlah gempa erupsi, hembusan, dan gempa harmonik, yang diakibatkan material suplai magma dari dalam pada periode sebelumnya terdorong keluar.

"Gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam menunjukkan adanya kenaikan yang fluktuatif sehingga masih dapat berpotensi terjadi erupsi untuk ke depannya," ungkap Hendra.

Atas evaluasi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan atau pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi.

Rekomendasi yang sama berlaku untuk sektoral tiga kilometer pada arah utara-timur laut dan lima kilometer pada sektor timur laut.

"Masyarakat yang terdampak hujan abu dapat memakai masker, pelindung mulut dan hidung untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," kata Hendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.