Perjuangan Warga UEA untuk Lestarikan Seni Tenun yang Nyaris Punah
📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 02:08 WIB | Oleh: Tim PenulisKalbani menyesalkan putrinya sendiri tidak menekuni kerajinan tersebut, namun tersenyum ketika cucunya yang berusia tiga tahun di sampingnya mengajukan pertanyaan tentang cara kepang dan benang.
Al Tallisendiri bukan satu-satunya tradisi dari UEA yang patut dilestarikan. Di tempat lain, ada pula perempuan yang memproduksi berbagai barang termasuk kain Sadu, yang digunakan untuk tenda, karpet, dan pelana unta yang juga terdaftar di UNESCO.
Aisha al-Dhaheri, yang bekerja untuk mempromosikan kerajinan tradisional di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Abu Dhabi, mengatakan pihak berwenang berharap dapat mendukungAl Tallidengan memberikan lisensi kepada para ahli bersertifikat untuk memperluas produksi dan pengajaran.
"Ini dianggap berisiko hilang, jadi kami mencoba mempercepat upaya pelestarian dengan mengadakan kursus pelatihan," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penduduk UEA saat ini tercatat hanya berjumlah 10 persen dari 10 juta penduduk negara tersebut, dan sebagian besar generasi mudanya berfokus pada masa depan digital, dibandingkan dengan masa lalu. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!