Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yellen: Subsidi Industri Tiongkok Menimbulkan Risiko bagi Perekonomian Dunia

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 14:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, dia menekankan, hal itu memerlukan "lapangan bermain yang setara bagi pekerja dan perusahaan Amerika", serta "komunikasi yang terbuka dan langsung mengenai hal-hal yang tidak kita sepakati".

Penolakan Tiongkok

Beijing telah menepis kekhawatiran atas dukungan negaranya yang besar terhadap industri, dan bulan lalu mengutuk penyelidikan Uni Eeropa terhadap subsidi kendaraan listrik sebagai "proteksionisme" dan bagian dari upaya Barat untuk mempolitisasi perdagangan internasional.

Kekhawatiran Washington terhadap membanjirnya ekspor muncul ketika Presiden AS Joe Biden berupaya meningkatkan manufaktur dalam negeri di bidang energi ramah lingkungan, dan para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa kelebihan kapasitas Tiongkok dapat merugikan pertumbuhan industri-industri tersebut.

Pemerintahan Biden sangat sensitif terhadap kekhawatiran industri otomotif AS terhadap Tiongkok dan kendaraan listrik, terutama pada tahun pemilu, kata Paul Triolo, mitra asosiasi untuk Tiongkok di Albright Stonebridge Group.

"Kemungkinan besar pemerintah akan mengambil beberapa tindakan untuk menunjukkan bahwa mereka bersedia mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah masalah di masa depan akibat kelebihan kapasitas kendaraan listrik di Tiongkok," katanya kepada AFP.

Namun dia memperingatkan bahwa Beijing kemungkinan akan "bereaksi buruk", mengingat dampaknya terhadap produsen mobil AS masih belum terlihat.

Stabilkan Hubungan

Yellen juga berencana bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dalam kunjungannya, serta gubernur bank sentral Pan Gongsheng dan Menteri Keuangan Lan Fo'an.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing dan Washington telah berselisih mengenai isu-isu yang menjadi titik konflik mulai dari teknologi dan perdagangan hingga hak asasi manusia, serta mengenai pulau Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan.

Hubungan keduanya agak stabil sejak Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di San Francisco pada bulan November untuk melakukan pembicaraan.

Kunjungan Yellen pada bulan Juli 2023 membantu memulai kembali dialog setelah periode ketegangan yang meningkat, terutama terkait Taiwan, dan berpuncak pada peluncuran kelompok kerja bilateral mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga diperkirakan akan melakukan kunjungan lagi ke Tiongkok dalam beberapa minggu mendatang, sebuah tanda bahwa kedua belah pihak kembali melakukan hubungan yang lebih rutin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.