Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laporan: Sekitar 80 Persen Emisi CO2 Dunia Hanya Disebabkan Oleh 57 Produsen

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Laporan: Sekitar 80 Persen Emisi CO2 Dunia Hanya Disebabkan Oleh 57 Produsen Doc: istimewa
Ket. Sebagian besar perusahaan diketahui telah memperluas produksi bahan bakar fosil mereka sejak tahun 2015, ketika hampir semua negara menandatangani Perjanjian Paris PBB.

BRUSSELS - Para peneliti pada Kamis (4/4), mengatakan, sebagian besar emisi karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan pemanasan global sejak tahun 2016 berasal dari 57 produsen bahan bakar fosil dan semen.

Menurut laporan Carbon Majors yang diterbitkan oleh organisasi nirlaba InfluenceMap, dari tahun 2016 hingga 2022, 57 entitas, termasuk negara, badan usaha milik negara, dan perusahaan milik investor, menghasilkan 80 persen emisi CO2 dunia dari bahan bakar fosil dan produksi semen.

Dikutip dariThe Straits Times, laporan itu menyebutkan, tiga perusahaan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia pada periode tersebut adalah perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco, raksasa energi milik negara Rusia Gazprom, dan produsen milik negara Coal India.

Laporan tersebut menemukan sebagian besar perusahaan telah memperluas produksi bahan bakar fosil mereka sejak tahun 2015, tahun ketika hampir semua negara menandatangani Perjanjian Paris PBB, yang berkomitmen untuk mengambil tindakan guna mengekang perubahan iklim.

Sejak saat itu, meskipun banyak pemerintah dan perusahaan telah menetapkan target emisi yang lebih ketat dan memperluas penggunaan energi terbarukan dengan cepat, mereka juga memproduksi dan membakar lebih banyak bahan bakar fosil, sehingga menyebabkan peningkatan emisi.

"Emisi CO2 global terkait energi mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023," kata Badan Energi Internasional.

Tingkatkan Transparansi

InfluenceMap mengatakan temuannya menunjukkan sekelompok kecil penghasil emisi bertanggung jawab atas sebagian besar emisi CO2 yang ada, dan bertujuan meningkatkan transparansi mengenai pemerintah dan perusahaan mana yang menyebabkan perubahan iklim.

"Hal ini dapat digunakan dalam berbagai kasus, mulai dari proses hukum yang berupaya meminta pertanggungjawaban produsen atas kerusakan iklim atau dapat digunakan oleh akademisi dalam mengukur kontribusi mereka, atau oleh kelompok kampanye, atau bahkan oleh investor," kata kata manajer program InfluenceMap, Daan Van Acker, tentang laporan tersebut.

Edisi sebelumnya dari database Carbon Majors dikutip pada bulan Maret dalam kasus hukum yang diajukan oleh seorang petani Belgia terhadap perusahaan minyak dan gas Prancis, TotalEnergies. Petani tersebut berpendapat sebagai salah satu dari 20 perusahaan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia, TotalEnergies ikut bertanggung jawab atas kerusakan operasinya akibat cuaca ekstrem.

Basis data ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 oleh organisasi penelitian nirlaba Climate Accountability Institute.

Laporan ini menggabungkan data yang dilaporkan sendiri oleh perusahaan mengenai produksi batu bara, minyak dan gas dengan sumber seperti Administrasi Informasi Energi AS, asosiasi pertambangan nasional, dan data industri lainnya.

Kepala eksekutif Pusat Hukum Lingkungan Internasional, Carroll Muffett, mengatakan basis data ini akan meningkatkan kemampuan investor dan litigator untuk melacak tindakan perusahaan dari waktu ke waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.