Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panggung Kolaborasi Rimbawan Penting untuk Kosolidasikan Apa yang Selama Ini Sudah Dilakukan Bersama

📅 Sabtu, 30 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Panggung Kolaborasi Rimbawan Penting untuk Kosolidasikan Apa yang Selama Ini Sudah Dilakukan Bersama Doc: istimewa
Ket. Panggung Kolaborasi Rimbawan di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (28/3).

JAKARTA - Sebagai upaya meningkatkan upaya kolaborasi dan corrective action dengan para mitra ataupun stakeholders lainnya, serta masih dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-41 tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Panggung Kolaborasi Rimbawan di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (28/3).

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sangat tinggi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan demi tanah air dan bangsa.

"Kita telah bekerja secara bersama-sama terus menerus dengan seluruh pihak walau jarang bertemu langsung karena berkomunikasinya melalui WA dan surat. Di panggung kolaborasi ini kita akan menapaki bersama untuk kinerja yang lebih baik lagi ke depan," ujar Menteri Siti.

Menurut siaran persnya, dalam Panggung Kolaborasi Rimbawan ini, Menteri Siti ingin mendengarkan catatan dari beberapa pihak mitra atau stakeholders KLHK, antara lain dari Pimpinan Komisi IV DPR, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo), Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI), perwakilan Green Leaders Indonesia (GLI), aktivis muda konservasi, serta pelajar sekolah menengah atas.

"Jadi kita bisa bersama-sama dan bicaranya bebas, kerena kolaborasi ada cirinya yaitu bekerja bersama-sama dengan nilai-nilai yang dipahami dan arah yang sama, dengan berbagi sumberdaya seperti dana, pengetahuan dan kemampuan, serta yang terpenting adalah jejaring," tutur Menteri Siti.

"Oleh karena itu, panggung kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk mengkosolidasikan seluruh hal-hal yang selama ini kita lakukan bersama," imbuh Menteri Siti.

Beberapa tahun terakhir, Menteri Siti turun langsung mengawasi kegiatan-kegiatan KLHK yang melibatkan generasi muda. Hal ini dilakukan karena dirinya mendambakan generasi muda yang cinta lingkungan.

"Kalau kita bersama-sama ada aktivitas itu namanya kegiatan, kalau kegiatannya terus menerus dilakukan secara intensif itu menjadi kebiasaan. Kalau kebiasaan itu diberi nilai-nilai spirit, semangat dan arah, lama-lama menjadi budaya dan adab. Kalau bisa seperti itu maka kita akan membentuk adab generasi yang cinta lingkungan," jelas Menteri Siti.

Tugas Lintas Sektoral

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Anggia Erma Rini menyampaikan catatannya sebagai mitra kerja KLHK di DPR. Menurutnya, melestarikan lingkungan tidak hanya tugas KLHK saja, tetapi memerlukan lintas sektoral, lintas generasi, dan lintas kepentingan.

Anggia menyatakan Komisi IV DPR selalu mendukung kebijakan yang Menteri LHK lakukan, karena pekerjaan yang luar biasa besarnya untuk keberlangsungan hidup seratus tahun ke depan. "Selamat Ibu Menteri, satu dekade yang luar biasa, yang menginspirasi kita semua, perempuan hebat. Selamat berkolaborasi, semoga langkah kita menjadi lebih konkrit untuk pelestarian lingkungan dan bumi kita," ucap Anggia.

Selanjutnya, Purwadi yang mewakili APHI menyebutkan masa-masa awal Menteri Siti Nurbaya di KLHK merupakan pendadaran kawah candradimuka. Hal ini disebabkan karena terjadi karhutla yang sangat besar pada tahun 2015, pengelolaan lahan gambut yang tidak ideal, dan lain sebagainya.

"Sehingga, waktu itu dilakukan corrective actions yang ditekankan. Hasilnya adalah karhutla dan deforestasi dapat ditekan secara signifikan, serta komunikasi dengan para stakeholders terjalin dengan baik," terang Purwadi.

Purwadi juga menyampaikan pertama kali dalam sejarah, pada tahun 2022, sektor kehutanan mencapai nilai ekspor tertinggi dengan nilai 14,5 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Selesai di Swiss, AS-Iran D...

Bidikan Baru Keir Starmer: Sekjen NATO

17 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Bidikan Baru Keir Starmer: ...

BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPJS Kesehatan Dorong Gaya ...

Menekraf Apresiasi Sineas Muda Perempuan Berbakat

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf Apresiasi Sineas M...
Daerah
PT KAI Catat KA Mutiara Sel...
Daerah
Bangka Belitung Perlu Memil...
Megapolitan
DPR RI Dorong Bareskrim Pol...

Magang Nasional, Jalan Pintas Apalagi Ini

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Magang Nasional, Jalan Pint...

Piala Dunia, Perang Urat Saraf Berasil dan Jepang Makin Ramai

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Perang Urat Sa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.