Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen di Kabupaten Bekasi

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Target Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen di Kabupaten Bekasi Doc: Antara
Ket. Jajaran Pemkab Bekasi mengikuti penilaian kinerja pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat 2025 yang digelar secara virtual di Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Rabu (13/8/2025).

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan angka prevalensi stunting berada di bawah 10 persen pada tahun 2025 setelah sukses mencatat penurunan kasus dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,4 persen hingga 2024.

"Alhamdulillah kita mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penilaian kinerja pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting secara virtual hari ini," kata Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan penurunan angka prevalensi stunting ini merupakan hasil kerja kolaborasi antar organisasi perangkat daerah serta dukungan dari pihak instansi terkait lain seperti Baznas, pelaku industri, perguruan tinggi hingga masyarakat.

"Prinsipnya, rencana aksi dikerjakan bersama-sama oleh perangkat daerah Kabupaten Bekasi dibantu segenap lintas sektor lain. Semua berkolaborasi terjun ke lapangan, katanya.

Ia menjelaskan delapan aksi konvergensi yang dilakukan meliputi analisis situasi, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting di tingkat kabupaten dan kecamatan hingga penetapan regulasi di daerah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melalui aplikasi e-PPGBM 2024, tercatat 3.948 anak mengalami stunting di wilayah itu. Sejumlah faktor menjadi pemicu muncul kasus baru, salah satunya adalah urbanisasi atau dari warga pendatang.

"Jadi yang terpenting bukan hanya menurunkan angka tetapi memastikan anak-anak penderita ini benar-benar terbebas dari stunting," ucapnya.

Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Ida Farida menambahkan pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja, terutama remaja putri. Edukasi kesehatan, pemberian tablet tambah darah dan kesiapan sebelum menjadi ibu dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak terkait

Dirinya menyebut penanganan kasus tumbuh kembang anak di Kabupaten Bekasi dilakukan secara terintegrasi lintas sektor, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup hingga ketahanan pangan.

"Tidak cukup hanya memberi makanan tambahan. Semua harus melihat dari hulu, termasuk sanitasi, lingkungan dan pola asuh," katanya.

Program penurunan angka kasus tumbuh kembang anak itu turut didukung oleh APBN, CSR perusahaan dan partisipasi aktif masyarakat. Sementara APBD berperan sebagai dana stimulus awal.

"APBD itu sifatnya stimulus, tidak bisa menyelesaikan semua. Semua stakeholder harus ambil peran," ucapnya.

Ida juga menyebut penting peran media massa dalam mengedukasi masyarakat mengenai gizi seimbang, sanitasi serta pemanfaatan pangan lokal. Salah satu contoh yang disampaikan adalah daun kelor yang mudah dibudidayakan dan kaya gizi.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bekasi optimistis angka prevalensi kasus gizi buruk anak itu akan terus menurun meskipun tantangan seperti pertumbuhan penduduk dan urbanisasi tetap menjadi perhatian utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.