Jerman Keberatan atas Penjualan Jet Tempur Eurofighter ke Turki
📅 Sabtu, 30 Mar 2024, 14:28 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Ketiga, mewujudkan kesepakatan Eurofighter menguji kesediaan Eropa untuk berkolaborasi dalam bidang pertahanan, suatu bidang yang memiliki kepentingan strategis yang penting."
"Kesepakatan tersebut menumbuhkan komitmen jangka panjang yang melampaui pertahanan untuk meningkatkan hubungan politik dan ekonomi," tambahnya.
"Sebaliknya, penolakan dapat menunjukkan sifat munafik beberapa negara Eropa, yang berpotensi mendorong Ankara untuk berkolaborasi dengan sekutu non-NATO."
Ozeren menekankan bahwa kondisi bagi Turki untuk mendapatkan kesepakatan Eurofighter lebih "kondusif" mengingat perkembangan konflik Ukraina, yang menurutnya telah menjadi "titik tekanan" bagi negara-negara Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebagai indikasi perubahan posisi, Jerman mencabut keberatannya terhadap Turki menjadi anggota European Sky Shield Initiative," ujarnya.
"Sementara ESSI melakukan ekspansi dengan bergabungnya Turki dan Yunani dalam inisiatif ini, hal ini dapat membuka pintu bagi kemitraan militer baru antara Jerman dan Turki, termasuk memberi lampu hijau pada penjualan Eurofighter ke Ankara."
"Potensi eksodus pengungsi dari Timur Tengah, termasuk dari Gaza, bisa menjadi faktor lain yang bisa melunakkan posisi Jerman terhadap Ankara," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Bakir yakin bahwa memprediksi respons akhir Jerman terhadap penjualan Eurofighter merupakan sebuah tantangan karena "dinamika regional dan internasional yang kompleks."
Meskipun Turki dan Inggris telah melobi untuk mendapatkan persetujuan Jerman, Bakir berpendapat bahwa "konteks sejarah" menunjukkan bahwa beberapa negara Barat "berhati-hati" dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan militer Turki. Negara-negara ini "secara aktif berusaha" untuk membatasi kemampuan Turki dengan berbagai dalih yang semuanya bertujuan untuk melemahkan "ambisi otonom" Turki.
Menurut Bakir, kehati-hatian ini sudah ada sebelum berdirinya partai politik AKP yang berkuasa di Turki dan "mencerminkan kebijakan jangka panjang" terhadap Turki, terlepas dari orientasi pemerintahnya terhadap Barat.
"Hal ini kontras dengan pandangan Eropa yang memandang negara-negara Teluk sebagai pasar yang menguntungkan tanpa potensi menimbulkan tantangan strategis yang signifikan," katanya.
"Oleh karena itu, keputusan baru-baru ini untuk mencabut larangan penjualan Eurofighter di Saudi tidak serta merta menunjukkan kesediaan serupa untuk menyetujui penjualan tersebut ke Turki."
Ozeren ingat bahwa blokade Berlin terhadap Eurofighter Saudi adalah karena masalah hak asasi manusia dan kampanye udara kontroversial Riyadh di Yaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!