Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Gandeng Swasta untuk Manfaatkan Hasil Konversi Sampah Jadi Bahan Bakar

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 05:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Yogyakarta Gandeng Swasta untuk Manfaatkan Hasil Konversi Sampah Jadi Bahan Bakar Doc: ANTARA/HO-Pemkot Yogyakarta
Ket. Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kesepakatan bersama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam memanfaatkan hasil konversi sampah menjadi "refuse derived fuel" (RDF) di Balai Kota Yogyakarta, Senin (25/3/2024).

Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam memanfaatkan hasil konversi sampah menjadirefuse derived fuel(RDF) untuk bahan bakar alternatif.

Penandatanganan kesepakatan bersama kedua pihak dalam pemanfaatan RDF berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Senin.

"Tentu ini menjadi bagian dari semangat kita semua untuk sirkular ekonomi bisa kita dapatkan. Energi terbarukan dari pembakaran (pengolahan) sampah yang kita proses menjadi RDF," kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo.

Singgih menjelaskan volume sampah yang dihasilkan dan akan diolah di Kota Yogyakarta sekitar 200 ton per hari.

Dari pengolahan volume sampah tersebut, kata dia, diperkirakan bisa menghasilkan berkisar 40 sampai 50 persen atau sekitar 100 ton RDF.

Pengolahan sampah menjadi RDF, kata Singgih, akan dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Nitikan, Karangmiri, dan Kranon yang akan didahului peninjauan untuk memastikan pengolahan sampah dan contoh RDF yang dihasilkan.

"Kita akan cek spesifikasinya (RDF) karena SBI punya spesifikasi seperti apa. Itu nanti yang akan kita kirim ke PT SBI di Cilacap," kata Singgih.

Dia menargetkan pengolahan sampah menjadi RDF dapat dilakukan secepatnya mulai akhir April 2024 mengingat kesiapan pengolahan RDF di tiga lokasi itu sudah mencapai 50-60 persen.

Sementara itu Presiden Direktur PT SBI Lilik Unggul Raharjo dalam operasional perusahaannya sebagai produsen semen berpedoman pada pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan menerapkan konsep sirkulasi ekonomi dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif.

Dia menyebut pabrik PT SBI di Cilacap saat ini telah menerima sekitar 100 ton RDF dari kuota maksimal sekitar 250 ton RDF per hari, sehingga masih sisa kuota 150 ton RDF per hari.

Menurut Lilik, penggunaan RDF di PT SBI bisa menggantikan bahan bakar batu bara sekitar 14 persen.

Meski demikian, kata dia, bahan bakar alternatif RDF yang dapat dimanfaatkan di PT SBI memiliki kriteria khusus, antara lain harus memiliki kadar air maksimal 20 persen dan ukuran di bawah 5 cm.

"Yang utama adalah bagaimana kita membantu menyelesaikan sampah perkotaan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.