Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Otorita IKN Telah Merancang Sejumlah Langkah untuk Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Otorita IKN Telah Merancang Sejumlah Langkah untuk Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar Doc: Antara/HO
Ket. Tangkapan layar - Ilustrasi jalur penyeberangan hewan yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan telah merancang langkah-langkah untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar di ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKNPungky Widiaryanto, di Jakarta, Senin, mengatakan upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan habitat alami satwa liar di kawasan tersebut dan potensi interaksi dengan manusia di masa depan.

Untuk mengatasinya, Pungky mengatakan OIKN telah merancang beberapa strategi, salah satunya adalah membangun hutan penyangga ataubuffer zonedi pinggiran kota. Wilayah penyangga ini nantinya akan ditanami tumbuhan-tumbuhan khusus.

"Bufferini bisa berfungsi untuk menghalau hewan-hewan liar dan berpotensi konflik dengan manusia agar tidak lari ke kota," ujar Pungky.

Selain itu, dia menyebut OIKN juga telah menyusun pedoman bagi kontraktor dan investor terkait kebijakan pelindungan satwa liar yang berada di kawasan Nusantara dan sekitarnya.

OIKN, katadia lagi, juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membentuk tim penyelamat untuk menangani konflik manusia dan satwa liar.

Dia mengatakan OIKN berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan ibu kota negara baru, termasuk fauna.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membangun koridor buatan untuk membantu satwa melintasi area pembangunan dan menjaga kelangsungan hidup mereka.

"Memang kami menyadari di beberapa tempat di Kariangau ada beberapa koridor satwa, dan itu kami bangun koridor buatan supaya satwa-satwanya bisa melintas dari Sungai Wain menuju Teluk Balikpapan. Itu merupakan salah satu kompensasi yang tidak bisa dihindarkan," katanya pula.

OIKN mengidentifikasi tujuh wilayah di IKN dan sekitarnya yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Wilayah tersebut meliputi Bentang Alam Gunung Beratus, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Teluk Balikpapan, Hutan Lindung Sungai Wain, Samboja Lestari, Muara Jawa, dan Gunung Parung.

Di Gunung Parung, yang terletak dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), terdapat berbagai satwa liar, seperti lutung merah, elang bondol, bekantan, dan cangak merah.

Sementara itu, Teluk Balikpapan menjadi habitat bagi buaya muara, penyu hijau, dugong, dan pesut mahakam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.