Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Turun Dipengaruhi Sentimen 'Risk-off' dari AS dan Tiongkok

📅 Senin, 25 Mar 2024, 11:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Turun Dipengaruhi Sentimen 'Risk-off' dari AS dan Tiongkok Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024).

JAKARTA -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS di awal pekan dibuka turun dipengaruhi oleh sentimenrisk-off(menghindari risiko) dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.Pada awal perdagangan Senin (25/3) pagi, rupiah dibuka tergelincir 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp15.790 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.783 per dolar AS."Indikator manufaktur AS yang kuat dan pasar tenaga kerja yang lebih ketat menurunkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal, meningkatkan sentimen risk-off di pasar," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, Senin (25/3).Sementara itu, bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBoC) menurunkan referensi harian yuan terbesar sejak Februari 2024 yang menyiratkan bahwa Pemerintah Tiongkok membiarkan yuan terdepresiasi untuk mendukung perekonomian.
Lebih lanjut Josua menuturkan dolar AS menguat terhadap mata uang global, terutama karena sinyaldovish(pro pasar) dari berbagai bank sentral global, diikuti oleh indikator ekonomi AS yang solid.Indeks dolar AS menguat didorong oleh pernyataandovishdari Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB). Gubernur BoE, Andrew Bailey, menyatakan bahwa penurunan suku bunga kebijakan akan menjadi topik utama dalam pertemuan BoE mendatang, menegaskan sinyal bahwa suku bunga kebijakan BoE telah mencapai puncaknya.Salah satu anggota ECB, Joachim Nagel, memperkirakan ECB akan mulai memangkas suku bunga bahkan sebelum liburan musim panas, menyiratkan penurunan suku bunga lebih awal pada tahun 2024.Apresiasi dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan salah satu pejabat The Fed, Raphael Bostic. Bostic menyatakan The Fed hanya bisa memangkas Fed Funds Rate satu kali pada tahun 2024 karena kekhawatiran melambatnya kemajuan disinflasi.Sentimen tersebut mengimbangi dampak pengumuman pertemuan FOMC yang menandakan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini.Josua memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp15.750 per dolar AS sampai dengan Rp15.850 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.