Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Kongo Hadapi Wabah Kolera Terburuk sejak 2017

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: Kongo Hadapi Wabah Kolera Terburuk sejak 2017 Doc: WHO/Eugène Kabambi Kabangu
Ket. Petugas kesehatan memasang poster tentang pencegahan kolera saat terjadi wabah di Kinshasa, Kongo pada tahun 2016.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Republik Demokratik Kongo sedang menghadapi wabah kolera terburuk sejak 2017, dengan 50.000 kasus dugaan dan 470 kematian tercatat pada tahun 2023, Jumat (22/3).

"Risiko ini sangat tinggi di lokasi pengungsi internalyang kondisi kehidupannya sangat buruk, dengan pasokan air, layanan kebersihan dan sanitasi yang tidak memadai - kondisi yang mendukung penyebaran kolera," kata Perwakilan WHO untuk Republik Demokratik Kongo Boureima Hama Sambo pada konferensi pers PBB di Jenewa, di mana dia berpartisipasi secara virtual.

Sambo menekankan bahwa Kongo juga sedang berjuang melawan epidemi campak terbesar yang tercatat sejak 2019, dengan hampir 28.000 kasus dan 750 kematian pada 2024 hingga sejauh ini.

Sambo mengatakan kombinasi penyakit campak dan malnutrisi mempunyai dampak kesehatan yang serius pada anak-anak balita, dan kurangnya akses terhadap vaksin dan layanan vaksinasi memperburuk situasi ini.

Ia menambahkan pula bahwa antraks dan wabah penyakit juga telah berdampak pada masyarakat di Kongo Timur beberapa bulan terakhir.

"Selain itu, wabah cacar monyet yang masih muncul telah meningkat di seluruh negeri selama setahun terakhir," katanya.

Ia mencatat bahwa hampir 4.000 kasus dugaan dan 271 kematian telah tercatat sejauh ini pada tahun 2024.

Angka ini menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian selama wabah global.

Dia mengatakan lebih dari dua pertiga kasus dilaporkan terjadi pada anak-anak, dan anak kecil sangat berisiko meninggal.

Perwakilan WHO tersebut juga memperingatkan bahwa ada risiko perluasan geografis ke provinsi-provinsi yang sebelumnya tidak terkena dampak, dengan hampir semua provinsi, termasuk Kinshasa, kini melaporkan kasus-kasus tersebut.

"Ini juga merupakan ancaman ekspansi ke negara-negara tetangga dan sekitarnya," kata Sambo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.