Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soal Lonjakan Mudik Lebaran, Wapres Ungkap Pemerintah telah Mengkaji dan Mengantisipasi

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soal Lonjakan Mudik Lebaran, Wapres Ungkap Pemerintah telah Mengkaji dan Mengantisipasi Doc: wapresri.go.id
Ket. Wapres Ma'ruf Amin saat pengukuhan KDEKS Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Kamis (21/3/2024).

KENDARI - Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 193 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024. Angka ini cenderung meningkat dibandingkan dengan jumlah pemudik tahun 2023, yaitu 123 juta orang.

Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma'ruf Amin mengatakan, fenomena ini telah dikaji dan dipersiapkan oleh Pemerintah. Ia menyebut pengaturan sejumlah aspek pendukung mudik akan menjadi fokus perhitungan Pemerintah.

"Terkait itu [kenaikan jumlah pemudik] saya kira tahun ini lebih besar dari tahun yang lalu dan itu sudah diantisipasi melalui Sidang-sidang Kabinet, baik yang menyangkut keamanan, transportasi, dan ketersediaan untuk pengangkutan," jawab Wapres kepada awak media di Kendari, Kamis (21/3).

Terkait melonjaknya jumlah pemudik periode ini, Wapres mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan keamanan diri. Pemerintah juga telah menyiapkan rencana-rencana pengamanan mudik.

"[Saya] mengimbau untuk tidak menggunakan motor karena berbahaya dan berbagai antisipasi yang lainnya baik dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, itu semuanya sudah disiapkan oleh Pemerintah," ungkap Wapres.

Wapres menilai, pelaksanaan pengaturan mudik tahun sebelumnya sudah berjalan cukup baik, sehingga dapat diadaptasi dan ditingkatkan pada tahun ini.

"Tahun yang lalu sudah bagus hasilnya dan Saya kira tahun ini akan lebih baik lagi dari tahun yang lalu," harapnya.

Mengenai kenaikan tarif moda transportasi pada musim mudik, Wapres mengingatkan pada pihak terkait agar kenaikan harga tiket tidak terlalu tinggi sehingga membebani rakyat.

"Memang semuanya sekarang terjadi indikasi kenaikan harga pangan, jadi berpengaruh kepada yang lainnya. Namun, kita harapkan masih dalam batas wajar, yang masih masuk akal dan jangan terlalu tinggi. Itu nanti diatur oleh pemerintah," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.