Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Sebut Kasus DBD Tahun 2023 Turun 30 Persen dari Tahun Sebelumnya

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Sebut Kasus DBD Tahun 2023 Turun 30 Persen dari Tahun Sebelumnya Doc: ANTARA/Mecca Yumna
Ket. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi memberikan sambutan dalam dalam gelar wicara #Ayo3mplusvaksinDBD di Jakarta, Kamis (21/3/2024).

Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia pada 2023 mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2023 jumlah kumulatif kasus DBD di Indonesia sebanyak 114.720 kasus dengan 894 kematian," katanya dalam gelar wicara #Ayo3mplusvaksinDBD di Jakarta, Kamis.

Kasus terbanyak, kata dia, ditemukan di Jawa Barat sebanyak 19.328 kasus. Adapun kematian terbanyak ditemukan di Jawa Tengah sebanyak 143 kasus.

Dia menyebutkan, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 143.176 kasus DBDdengan 1.236 kematian.

Sementara itu, ujarnya, sampai minggu ke-11 tahun 2024 terdapat sebanyak 35.556 kasus DBDdengan 290 kematian. Kasus dan kematian terbanyak ditemukan di Jawa Barat, yaitu sebanyak 10.428 kasus dan 94 kematian.

Dia mengatakan terdapat 18 provinsi yang mengalami peningkatan kasus DBD per Maret 2024, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta.

Menurut Imran, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam penanganan DBD, yaitu belum optimalnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut. Selain itu, budaya pemberantasan sarang nyamuk juga belum optimal.

"Apalagi kalau kita lihat sekarang hujannya ini saya bilang aneh, hujan terus kemudian selama tiga atau empat hari panas. Ini yang menyebabkan genangan dari hujan tersebut menimbulkanbreeding places, menimbulkan sarang-sarang nyamuk yang menyebabkan nyamuk aedes aegyptisemakin berkembang," katanya.

Dia mengemukakan terdapat sejumlah strategi penanggulangan DBD, di antaranya manajemen risiko, meningkatkan akses layanan publik, penguatan surveilans, serta pelibatan masyarakat dan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.