Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Pemalang Gagalkan Peredaran Obat Keras

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 16:38 WIB | Oleh:
Polres Pemalang Gagalkan Peredaran Obat Keras Doc: ANTARA/HO-Humas Polres Pemalang
Ket. Petugas Kepolisian Resor Pemalang sedang menggelendang tersangka kasus peredaran obat berbahaya/keras ke sel/tahanan Mapolres Pemalang, Kamis (21/3).

PEMALANG - Kepolisian Resor Pemalang, Jawa Tengah, menggagalkan peredaran puluhan ribu obat keras/berbahaya jenis pil hexymer, tramadol, dan dektro sekaligus mengamankan tersangka berinisial EBS (25) pada kegiatan operasi Pekat Candi 2024.

Kepala Kepolisian Resor Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya di Pemalang, Kamis, mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang curiga terhadap aktivitas pelaku EBS (25) warga Kecamatan Taman.

"Berbekal informasi itu, kami melakukan penyelidikan lebih lanjut sekaligus mengamankan tersangka dan barang bukti kejahatan. Tersangka kami tangkap di tempatnya bekerja di sebuah perusahaan setempat," kata AKBP Yovan yang didampingi Kepala Satuan Reserse dan Narkoba AKP Wahyudi Wibowo.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya mengamankan 10.000 butir pil Hexymer, 15.000 pil berwarna kuning jenis dextro, 2.500 butir pil tramadol, serta barang bukti lainnya.

"Tersangka kini masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolres Pemalang," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tersangka mengedarkan obat keras/berbahaya itu di sekitar lingkungan tempat tinggalnya setelah pulang dari kerja.

Polisi, kata dia, kini masih melakukan penyidikan maupun pendalaman terhadp tersangka untuk mengungkap adanya kemungkinan jaringan lainnya dalam peredaran obat keras di Kabupaten Pemalang.

Tersangka akan dikenai Pasal 435junctoPasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 436 ayat (2) jo. Pasal 145 ayat (1) UU No. 17/2023 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sejak awal 2024, pihaknya telah mengamankan 13 tersangka serta barang bukti narkoba sebanyak 37.473 butir obat keras dan 24 butir psikotropika.

"Sejak dimulai operasi Pekat Candi 2024 hingga kini telah kami amankan enam tersangka serta 30.051 butir obat keras/berbahaya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.