Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar PBB: Junta Myanmar Hadapi 'Ancaman Eksistensial'

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar PBB: Junta Myanmar Hadapi 'Ancaman Eksistensial' Doc: AFP/STR
Ket. Junta militer Myanmar berkuasa setelah kudeta Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

JENEWA: Junta Myanmar telah menghadapi "ancaman nyata" tetapi dunia dapat membantu mengakhiri pemerintahan "mimpi buruk" tersebut dengan sanksi yang terkoordinasi, kata pelapor khusus PBB untuk Myanmar, Rabu (20 Maret).

Banyaknya korban dari pasukan junta, aksi pembelotan, penyerahan diri, dan tantangan perekrutan telah menyebabkan berkurangnya jumlah pasukan, menimbulkan "ancaman nyata bagi militer Myanmar", kata Tom Andrews.

"Mereka yang bertaruh pada junta untuk memulihkan ketertiban dan stabilitas di Myanmar telah kalah," katanya.

Junta berkuasa melaui kudeta pada Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, mengakhiri eksperimen demokrasi selama 10 tahun dan menjerumuskan negara Asia Tenggara itu ke dalam kekacauan berdarah.

Junta sedang berjuang menghancurkan perlawanan kelompok pemberontak etnis dan Pasukan Pertahanan Rakyat pro-demokrasi yang lebih baru.

"Junta adalah penyebab utama kekerasan, ketidakstabilan, kemerosotan ekonomi, dan pelanggaran hukum di negara ini," kata Andrews.

Mantan anggota Kongres AS ini adalah pelapor khusus mengenai situasi hak asasi manusia di Myanmar.

Pelapor khusus diberi mandat oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, namun merupakan pakar independen yang tidak mewakili PBB.

Andrews mengatakan sanksi - pembatasan aliran keuangan dan peralatan untuk keperluan militer - mengganggu operasi junta.

Dia mencontohkan Singapura yang telah membatasi penjualan peralatan untuk keperluan militer, dan transfer tersebut turun sebesar 83 persen tahun lalu, kata Andrews pada konferensi pers di Jenewa.

Dia menekankan, hal itu tidak terjadi pada Rusia dan Tiongkok, yang masing-masing merupakan pemasok senjata pertama dan kedua kepada junta.

Namun, kata Andrews, masih banyak yang bisa dilakukan untuk melumpuhkan junta secara finansial.

"Kita perlu melakukan perubahan mendasar dalam penerapan sanksi. Kita harus melakukannya dengan cara yang terkoordinasi dan fokus," katanya.

Andrews yang sedang menyelidiki hubungan perbankan dan keuangan antara junta dan seluruh dunia, berharap akan menerbitkan laporan mengenai masalah tersebut akhir tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.