Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puncak Mudik Diprediksi 5-7 April

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Puncak Mudik Diprediksi 5-7 April Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. bahas persiapan Lebaran 2024 I Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, seusai rapat tingkat menteri membahas persiapan Lebaran 2024 di Jakarta, Senin (18/3).

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik pada 5 hingga 7 April mendatang. Sedangkan puncak arus balik pada 14 dan 15 April.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyebutkan puncak arus mudik pada Idul Fitri 2024 diperkirakan terjadi pada tanggal 5-7 April. Sementara arus balik diprediksi terjadi tanggal 14-15 April 2024.

"Dari survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diprediksi jumlah pemudik mencapai 193,6 juta orang," ujar Muhadjir seusai rapat tingkat menteri membahas persiapan Lebaran 2024 di Jakarta, Senin (18/3).

Dia menyebut, jumlah pemudik pada Lebaran tahun 2024 itu naik sekitar 60 persen dibandingkan pemudik pada Lebaran tahun 2023. Adapun pada tahun 2023, jumlah pemudik mencapai 123,8 juta orang.

Muhadjir menambahkan, untuk mengatasi kemacetan selama arus mudik lebaran, Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat dikatakannya telah menambah enam ruas tol baru. Beberapa di antaranya, seperti tol Cimanggis-Cibitung, tol Jakarta-Cikampek 2, dan tol Solo-Jogyakarta.

"Semuanya akan diharapkan sudah bisa dilalui secara fungsional. Hanya saja perlu diwaspadai adanya kerawanan cuaca," jelasnya.

Prediksi Cuaca

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto memprediksi pada periode mudik Lebaran 2024 mendatang cuaca masih akan terjadi hujan sedang hingga lebat. Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem pada masa mudik, pemerintah menyiagakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

"Kita siagakan. Saat ini selesai dulu (operasi TMC di Jawa Tengah) sampai tanggal 18 (Maret) ya nanti kita mulai lagi," katanya.

Dia mengungkapkan, berdasrakan prediksi, cuaca pada 5 hingga 11 April masih akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Tapi, setelah itu cuaca ekstrem akan berkurang menjadi hujan ringan.

"Memang saat ini masih ada aktivitas Madden-Julian oscillation sama daerah konvergensi antartropik dan bibit siklon tropis serta siklon tropis Megan. Harapannya, ke depan dalam itu sudah selesai," ucapnya.

Terkait potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani mengatakan, itu tergantung dari kondisi lingkungan masing-masing wilayah. Jika kondisi lingkungan kurang bagus, maka akan mudah terdampak bencana hidrometeorologi ketika terjadi cuaca ekstrem. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
PSMS Medan Menang Telak 4-0...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.