Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Investigasi Meta terkait Penjualan Obat Terlarang

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Investigasi Meta terkait Penjualan Obat Terlarang Doc: AP
Ket. Meta dilaporkan bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS, PBB, dan Snapchat untuk mengganggu penjualan obat-obatan sintetis secara online.

NEW YORK - Pihak berwenang AS sedang menyelidiki Meta atas perannya dalam penjualan obat-obatan terlarang, The Wall Street Journal melaporkan pada hari Sabtu (16/3).

Mengutip dokumen dan orang-orang yang dekat dengan masalah ini, harian bisnis Amerika tersebut mengatakan jaksa di negara bagian Virginia, AS bagian selatan, sedang menyelidiki apakah platform media sosial perusahaan tersebut memfasilitasi dan mengambil keuntungan dari penjualan obat-obatan terlarang.

Jaksa telah meminta catatan tentang "konten obat-obatan terlarang di platform Meta dan/atau penjualan obat-obatan terlarang melalui platform Meta," menurut salinan panggilan pengadilan yang ditinjau oleh The Wall Street Journal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah membantu penyelidikan ini, surat kabar itu melaporkan.

"Penjualan obat-obatan terlarang melanggar kebijakan kami dan kami berupaya menemukan dan menghapus konten ini dari layanan kami," kata Meta kepada Journal dalam sebuah pernyataan. Pihaknya "secara proaktif bekerja sama" dengan penegak hukum untuk membantu memerangi penjualan obat-obatan terlarang. .

Dihubungi oleh AFP pada Sabtu pagi, baik FDA maupun Meta tidak mau berkomentar.

Pada hari Jumat, Nick Clegg, presiden urusan global di Meta, mengatakan perusahaannya telah bergabung dalam upaya bersama Departemen Luar Negeri AS, PBB dan Snapchat untuk membantu mengganggu penjualan obat-obatan sintetis secara online dan mendidik pengguna tentang risikonya.

"Epidemi opioid adalah masalah kesehatan masyarakat utama yang memerlukan tindakan dari seluruh lapisan masyarakat AS," tulis Clegg di X.

Lebih dari 700.000 orang meninggal karena overdosis opioid antara tahun 1999 dan 2022, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.