Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parlemen Jerman Tolak Pasok Rudal Taurus ke Ukraina

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Parlemen Jerman Tolak Pasok Rudal Taurus ke Ukraina Doc: Xinhua/Ren Pengfei
Ket. Kanselir Jerman Olaf Scholz berbicara pada sesi tanya jawab di Bundestag di Berlin, ibu kota Jerman, 13 Maret 2024.

BERLIN - Majelis rendah parlemen Jerman (Bundestag) pada Kamis (14/3) sekali lagi memveto mosi pengiriman rudal Taurus ke Ukraina.

Pengiriman rudal ini telah menjadi isu utama dalam perdebatan politik beberapa bulan terakhir.

Mosi tersebut berasal dari kelompok oposisi konservatif CDU/CSU di parlemen.

Sementara itu, beberapa partai yang berkuasa, yakni Partai Sosial Demokrat (Social Democratic Party), Partai Hijau (Greens), dan Partai Demokrat Bebas (Free Democratic Party), juga mendukung gagasan untuk memasok rudal jarak jauh.

Namun, Kanselir Olaf Scholz pada Rabu (13/3) menegaskan penolakannya untuk memasok sistem senjata jarak jauh ke Ukraina.

Menurutnya, sistem tersebut hanya dapat digunakan jika berkaitan dengan pengerahan tentara Jerman. "Itu adalah batasan yang tidak ingin saya langgar sebagai Kanselir," kata Scholz kepada Bundestag.

Mayoritas masyarakat Jerman mendukung Scholz dalam isu ini. Menurut sebuah survei yang diterbitkan oleh lembaga penyiaran publik ARD pekan lalu, 61 persen responden menentang pengiriman Taurus ke Ukraina, naik 9 poin persentase dari Agustus tahun lalu

Namun demikian, Scholz menegaskan kembali dukungannya untuk Ukraina dalam hal peralatan militer. Pada Kamis yang sama, dia mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui telepon bahwa Jerman akan terus mendukung Ukraina di sektor militer melalui koordinasi erat dengan mitra Eropa dan internasional, kata seorang juru bicara pemerintah Jerman.

Dianggap sebagai salah satu sistem persenjataan Jerman yang paling modern, rudal Taurus merupakan rudal yang diluncurkan dari udara dengan kisaran operasional sekitar 500 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan suara dan terbang pada ketinggian hanya 35 meter, sehingga sistem radar sulit untuk mendeteksinya, sebagaimana dikutip dari media setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.