Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Ingatkan Pentingnya Mitigasi Hadapi Bencana Tsunami

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 14:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Ingatkan Pentingnya Mitigasi Hadapi Bencana Tsunami Doc: Antara/Irwansyah Putra
Ket. Ilustrasi. Wisatawan mancanegara mengunjungi destinasi wisata edukasi bencana alam Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh, Aceh, Kamis (4/1/2024).

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Franto Novico mengatakan upaya mitigasi menjadi cara paling ampuh menekan angka korban jiwa akibat sapuan gelombang tsunami.

"Tsunami adalah bencana yang cukup jarang terjadi dan cukup sulit untuk dipahami," ujarnya dalam lokakarya mengupas tentang bahaya tsunami yang dipantau di Jakarta, Jumat (15/3).

Franto menuturkan 20 tahun lalu hanya sedikit orang yang mengetahui apa itu tsunami. Namun, peristiwa gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia yang terjadi pada 26 Desember 2004 telah membuka mata umat manusia modern di seluruh dunia tentang betapa bahayanya bencana tersebut.

Ketika tsunami Samudera Hindia menyapu Banda Aceh, orang-orang masih belum menyiapkan upaya mitigasi. Bahkan, bencana tsunami tersebut membuat Pulau Sumatera hampir hancur total.

Episentrum gempa bumi yang terletak di lepas pantai barat Pulau Sumatra telah menciptakan gelombang tsunami dahsyat yang meluas hingga ke Sri Langka, India, dan Thailand. Bencana alam itu menewaskan sekitar 230.000 jiwa di 14 negara yang memiliki pantai, dan Indonesia adalah negara paling parah terdampak tsunami.


Franto menuturkan beberapa metode kini digunakan untuk melihat skenario tsunami dan melihat lokasi, bukan melakukan prediksi.

Pada 11 Maret 2024, gelombang tsunami juga menyapu Jepang akibat guncangan gempa bumi. Dalam tujuh tahun pasca tsunami di Aceh, umat manusia telah belajar banyak hal untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut.

"Tidak ada mitigasi yang tersedia (di Aceh) pada saat itu. Namun di Jepang, Jepang adalah negara yang paling siap dalam merespons tsunami," kata Franto.

Catatan tentang tsunami, imbuh Franto, sebetulnya sudah ada sejak zaman dahulu kala. Pada 426 sebelum masehi, sejarahwan Yunani bernama Tcucydides menerangkan dalam bukunya berjudul Sejarah Perang Poloponnesian tentang penyebab tsunami.


Tcucydides merupakan orang pertama yang berpendapat bahwa gempa bumi laut menjadi penyebab tsunami.

Sejarahwan Romawi bernama Ammianus Marcellinus menggambarkan rangkaian tsunami, termasuk gempa bumi yang baru terjadi, laut surut secara tiba-tiba, dan gelombang raksasa muncul, setelah tsunami tahun 365 masehi yang meluluhlantakkan Alexandria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.