Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rusia Memecat Komandan Tertinggi Angkatan Laut

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Rusia Memecat Komandan Tertinggi Angkatan Laut Doc: Istimewa
Ket. Presiden Vladimir V. Putin bersama Laksamana Nikolai Yevmenov

WASHINGTON - Kremlin baru-baru ini telah memecat komandan tertinggi angkatan lautnya, dampak terbesar dari serangkaian serangan dahsyat yang dilakukan Ukraina terhadap Armada Laut Hitam Rusia.

Para pejabat Amerika memperkirakan bahwa Ukraina, negara yang tidak memiliki angkatan laut tradisional, telah menenggelamkan 15 kapal Rusia dalam enam bulan terakhir.

Dilansir oleh The New York Times, Laksamana Nikolai Yevmenov, kepala Angkatan Laut Rusia selama lima tahun terakhir, dicopot dari komando dan digantikan oleh kepala Armada Utara Rusia.

Publikasi Rusia, mengutip sumber anonim, melaporkan pada hari Minggu bahwa Laksamana Yevmenov telah dipecat. Financial Times, mengutip pejabat Ukraina, melaporkan perkembangan tersebut pada hari Senin. Namun, pemerintah Rusia menolak mengonfirmasi perubahan personel tersebut.

Para pejabat Amerika menilai bahwa meskipun serangan balasan Kyiv tahun lalu di Ukraina timur dan selatan sebagian besar gagal, serangan mereka di Semenanjung Krimea dan serangan terhadap Armada Laut Hitam ternyata efektif.

Kemenangan ini semakin mengejutkan karena Ukraina tidak memiliki angkatan laut tradisional atau armada kapal perang. Sebaliknya, Ukraina malah menggunakan drone laut dan rudal untuk menyerang kapal-kapal Rusia.

Para pejabat AS yakin Ukraina telah menenggelamkan 15 kapal Rusia dalam enam bulan terakhir. Para pejabat Eropa mengatakan, kemenangan angkatan laut telah membuka kembali Laut Hitam bagian barat, memungkinkan Ukraina untuk kembali mengirimkan gandum dari Odessa.

Seorang pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan bahwa pemecatan Laksamana Yevmenov dari komando terkait langsung dengan hilangnya kapal-kapal Rusia.

Ukraina memperkirakan, sepertiga Armada Laut Hitam Rusia, yang dulunya berjumlah 80 kapal, telah hancur sejak perang dimulai dua tahun lalu. Tenggelamnya Moskva, kapal andalan Rusia, dengan rudal buatan Ukraina pada bulan April 2022 adalah salah satu kemenangan simbolis besar Kyiv.

Namun kampanye yang dilakukan baru-baru ini juga sama pentingnya dalam mencapai tujuan praktis. Akibat serangan tersebut, Rusia telah memindahkan armadanya kembali dari pantai Ukraina dan keluar dari Laut Hitam bagian barat.

Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, mengatakan, pada hari Selasa bahwa militer Ukraina "pada dasarnya memenangkan perang untuk menguasai bagian barat Laut Hitam."

"Dan biji-bijian Ukraina kini kembali mengalir melalui Bosporus ke Afrika dan Tiongkok, yang merupakan pasar tradisional Ukraina," kata Sikorski kepada wartawan di Washington pada acara sarapan yang diselenggarakan oleh The Christian Science Monitor.

Dalam sidang Senat pada hari Senin, Direktur CIA, William J. Burns, mengatakan, Ukraina akan dapat melakukan lebih banyak serangan terhadap Krimea dan Armada Laut Hitam jika Amerika Serikat memberikan bantuan militer tambahan.

"Ukraina dapat terus melakukan serangan terhadap Rusia, tidak hanya dengan serangan penetrasi mendalam di Krimea, tetapi juga terhadap Armada Laut Hitam, melanjutkan keberhasilan ini, yang telah mengakibatkan 15 kapal Rusia tenggelam dalam enam bulan terakhir," kata Burns, yang menulis dalam sebuah artikel tahun ini bahwa Ukraina harus menggandakan taktik tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.