Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyediaan Lahan untuk Investasi di IKN Dipercepat

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Penyediaan Lahan untuk Investasi di IKN Dipercepat Doc: ISTIMEWA
Ket. BAMBANG SUSANTONO Kepala Otorita IKN - Tentu kita akan melanjutkan apa yang sudah digroundbreaking itu untuk diwujudkan sesegera mungkin

JAKARTA - Penyediaan lahan untuk investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, segera dipercepat. Percepatan tersebut disampaikan setelah pemerintah menerima banyak keluhan dari para investor tentang kecepatan investasi di IKN.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu (13/3), mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar lahan bagi investor segera ditetapkan statusnya dengan sistem jual beli.

"Tadi saran dari Menteri Investasi, yang juga disepakati oleh Bapak Presiden agar tanahnya dijual (kepada investor), harganya ditetapkan oleh Otorita IKN," kata Basuki seusai mengikuti rapat internal yang dipimpin Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Namun, Presiden Jokowi menggarisbawahi agar proses percepatan penyediaan lahan bagi investasi di IKN tidak melanggar aturan.

"Itu tadi kalimat Presiden: kerja cepat, tidak melanggar aturan. Presiden sendiri yang akan memonitor proses ini ke depan," tutur Basuki.

Presiden Jokowi memerintahkan untuk disediakan desk khusus untuk pengaduan investor serta disiapkan penanggung jawab (person in charge/ PIC) untuk berkomunikasi intensif dengan para investor.

"Jadi, apakah satu PIC untuk (menangani) satu investor atau lima investor atau bahkan 10 investor, sehingga investor bisa berkomunikasi intensif dengan pejabat IKN yang ditunjuk sebagai PIC itu," kata Basuki.

Pembangunan Proyek

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, mengatakan nilai investasi di IKN mendekati 49,6 triliun rupiah dengan 32 institusi yang sudah melaksanakan groundbreaking pembangunan proyek mereka.

"Tentu kita akan melanjutkan apa yang sudah di-groundbreaking itu untuk diwujudkan sesegera mungkin. Itu tadi yang kita lihat bahwa investasi ini perlu segera direalisasikan di lapangan sehingga nantinya satu ekosistem yang menyeluruh di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, yang bisa menjadi model untuk pengembangan IKN selanjutnya," kata Bambang.

Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menerima Duta Besar Singapura untuk RI, Kwok Fook Seng, dan mengajak negara tetangga itu berinvestasi di berbagai program untuk pembangunan IKN.

Bambang memastikan Indonesia tetap aman dan damai setelah pelaksanaan Pemilu 2024, sehingga Singapura maupun negara lainnya tidak perlu khawatir berinvestasi di RI.

"Pembiayaan pembangunan IKN bersumber dari APBN, Perjanjian Kerja Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta," kata Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo.

Bamsoet mengatakan selama ini hubungan bilateral kedua negara telah berkembang secara baik, positif, dan konstruktif. Di sektor ekonomi, Singapura merupakan negara mitra dagang Indonesia yang paling strategis dan terbesar di kawasan Asean.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.