Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLHK Imbau Warga Tidak Bertindak Anarkis Usai Perusakan Resor TNBBS

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 15:09 WIB | Oleh:
KLHK Imbau Warga Tidak Bertindak Anarkis Usai Perusakan Resor TNBBS Doc: ANTARA/HO/Internet
Ket. harimau sumatera

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimbau masyarakat tidak bertindak anarkis usai terjadi perusakan resor di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) setelah terjadi konflik harimau dan warga di Lampung Barat.

Menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, Kamis, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Satyawan Pudyatmoko menyebut masyarakat telah memiliki kesadaran dalam menanggulangi konflik tidak lagi diperbolehkan menyakiti atau melukai satwa.

"Kami berpesan dan menghimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak anarkis, bahwa Tim Gabungan lapangan KLHK bersama Pemerintah Daerah, TNI, Kepolisian dan mitra kerja lainnya tetap bekerja untuk segera menyelesaikan persoalan konflik ini," kata Satyawan.

Dia menegaskan bahwa telah diambil langkah cepat usai terjadi konflik harimau dan manusia di Kecamatan Suoh, Lampung Barat yang menewaskan dua orang.

KLHK melalui Ditjen KSDAE telah membentuk tiga tim gabungan dari Balai Besar TNBBS (BBTNBBS) dan Balai KSDA Bengkulu-Lampung sejak akhir Februari 2024 yang terdiri dari tim patroli, tim penangkapan dan evakuasi satwa serta tim pengamanan masyarakat.

Dia menyebut secara prinsip satwa liar dalam hal ini harimau Sumatera yang keluar mendekati areal garapan atau pemukiman manusia dan membahayakan kehidupan manusia harus digiring atau ditangkap dalam keadaan hidup untuk diselamatkan dan dikembalikan ke habitatnya.

Apabila tidak memungkinkan untuk dilepaskan kembali ke habitatnya satwa tersebut dapat dititiprawatkan di lembaga konservasi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa.

"Dalam penanganan konflik manusia dan harimau Sumatera dan atau satwa liar lainnya terdapat Tim Pengamanan Masyarakat yang bertugas menenangkan, memberikan himbauan, dan sosialisasi kepada Masyarakat. Disamping itu terdapat juga Tim Patroli dan Tim Penangkapan dan Evakuasi satwa. Petugas UPT KLHK bersama para pemangku kepentingan lainnya responsif dan hadir di tengah masyarakat," katanya.

Sebelumnya, terjadi pembakaran salah satu resor di TNBBS pada Senin (11/3) oleh masyarakat yang geram akibat konflik antara harimau dan manusia di wilayah setempat yang menyebabkan kematian dua petani. Serangan kembali terjadi pada 11 Maret lalu di wilayah yang sama. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Nuansa Kemerdekaan Menyelimuti Ikon Kota Bogor

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Nuansa Kemerdekaan Menyelim...
Ekonomi
Peternak Ayam Petelur Hadap...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.