Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Sampah Menumpuk, Ini yang Dilakukan KLH dalam Program Makan Bergizi Gratis

📅 Senin, 06 Jan 2025, 12:00 WIB | Oleh:
Berpotensi Sampah Menumpuk, Ini yang Dilakukan KLH dalam Program Makan Bergizi Gratis Doc: ANTARA
Ket. Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq (kiri) usai pelantikan pejabat tinggi madya di Kantor KLH Jakarta, Senin (6/1/2024)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memastikan pihaknya akan mengawasi pengelolaan sampah berjalan baik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang serentak digelar mulai Senin (6/1).

"Besok saya akan pimpin langsung monitoring makan bergizi gratis ini di seluruh Indonesia, saya akan ambil sample-sample meskipun secara teknis kami sudah melakukan surat edaran, tetapi lebih efektif kalau kami lihat langsung," ujar Menteri LH Hanif ketika ditemui usai pelantikan pejabat tinggi madya di Kantor KLH Jakarta, Senin.

Pemantauan langsung itu dimaksudkan, katanya, untuk memastikan apakah kondisinya sudah mendekati apa yang berada dalam edaran tersebut.

Dari pemantauan tersebut, maka pihaknya dapat melakukan langkah penyesuaian dan menyusun strategi mitigasi yang sesuai untuk memastikan keberhasilan program MBG dari sisi pengelolaan sampah.

Pengelolaan sampah itu perlu dilakukan karena potensi timbulan sampah tidak hanya dari jenis sisa makanan yang masuk dalam kategori sampah organik, tapi juga dari anorganik seperti plastik dan kertas.

Koordinasi juga akan dilakukan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam pelaksanaannya serta pemerintah provinsi termasuk DKI Jakarta karena lokasinya yang dekat dengan KLH.

"Namun, nanti malam sudah mendapat laporan dari 16 region kami, terkait dengan tipikal dari pelaksanaan makan bergizi gratis ini," kata Hanif.

Sebelumnya, Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subiantor dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimulai pada hari ini. Ditandai dengan pelaksanaan serentak di 190 titik tersebar di 26 provinsi.

Menurut Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi dalam pernyataan pada Minggu kemarin (5/1), Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG siap beroperasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.