Jerman Dilanda Aksi Mogok Massal Pekerja KA dan Bandara, Ribuan Penumpang Telantar
📅 Kamis, 07 Mar 2024, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Kirill KUDRYAVTSEV
BERLIN - Ratusan ribu penumpang di Jerman telantar pada hari Kamis (7/3) saat pekerja kereta api dan bandara melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut upah yang lebih tinggi.
Jerman dilanda aksi mogok massal selama berbulan-bulan ketika para pekerja dan manajemen bergulat mengenai persyaratan di tengah tingginya inflasi dan lemahnya aktivitas bisnis.
Aksi ini telah berdampak pada sektor transportasi, supermarket, dan layanan sipil.
Pekerja kereta api memulai aksi mogoknya pada layanan angkutan barang selama 35 jam pada pukul 17.00 GMT pada hari Rabu dan pada layanan penumpang pada pukul 01.00 GMT pada Kamis pagi.
Lamanya aksi mogok ini untuk menekankan tuntutan utama serikat pengemudi kereta GDL untuk mengurangi jam kerja dalam seminggu dari 38 jam menjadi 35 jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karyawan kereta api telah melakukan aksi mogok selama berbulan-bulan untuk menuntut kenaikan gaji guna membantu anggotanya mengelola biaya hidup yang lebih tinggi akibat inflasi.
Aksi yang dilakukan masinis kereta api pada bulan Januari menyebabkan gangguan perjalanan bagi ribuan penumpang selama beberapa hari.
Aksi yang lebih terbatas adalah awal dari "gelombang pemogokan", kata bos GDL Claus Weselsky minggu ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kereta api bukan lagi alat transportasi yang bisa diandalkan," kata Weselsky.
Operator kereta api Deutsche Bahn mengecam aksi tersebut, dengan mengatakan pihaknya telah memberikan konsesi sebesar kenaikan gaji sebesar 13 persen.
Sementara itu, staf darat Lufthansa akan mengadakan aksi mogok nasional mulai pukul 03.00 GMT pada hari Kamis hingga pukul 06.10 GMT pada hari Sabtu.
Staf keamanan di bandara Frankfurt dan Hamburg juga memimpin aksi mogok satu hari.
Frankfurt, pusat penerbangan terbesar di Jerman, akan mengalami "gangguan besar dan pembatalan penerbangan sepanjang hari", kata pihak bandara dalam sebuah pernyataan.
Bandara akan ditutup untuk semua penumpang keluar, katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!