Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Supernova 1006, Ledakan Bintang Paling Terang pada Abad ke-11

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:

"Sekarang saya akan menjelaskan sebuah ledakan (SN 1006) yang saya lihat di awal studi saya. ledakan ini muncul dalam tanda zodiak Scorpio, berlawanan dengan Matahari. Matahari pada hari itu 15 derajat di Taurus dan pemandangan di 15 derajat Scorpio," tulis dia. "Ledakan ini adalah benda melingkar yang besar, dua setengah hingga tiga kali lebih besar dari Venus. Langit bersinar karena cahayanya. Intensitas cahayanya sedikit lebih dari seperempat intensitas cahaya Bulan. Ia tetap berada di tempatnya dan berpindah setiap hari sesuai tanda zodiaknya hingga Matahari berada dalam posisi sekstil dengannya di Virgo, dan ia langsung menghilang," lanjut dia.

Ia kemudian merinci posisi Matahari, Bulan, dan planet lain, hingga derajat dan menitnya di setiap sektor zodiak saat bintang tersebut pertama kali muncul. Catatan akurat mengenai posisi planet-planet dalam catatan Ibnu Ridwan membantu para astronom modern menentukan tanggal SN 1006 dan menemukan posisinya di langit.

Satu milenium kemudian, diketahui bahwa yang disaksikan Ibnu Ridwan adalah supernova, ledakan dahsyat yang menandai matinya sebuah bintang. Namun, bintang baru itu tidak hanya terlihat di Mesir.

Menurut catatan astronomi Tiongkok, supernova tersebut berada di sebelah timur konstelasi Lupus, di selatan Di, dan satu derajat di sebelah barat Centaurus. Mereka juga menyatakan bahwa kecerahannya setara dengan setengah intensitas bulan purnama.

Setelah 7 bulan, supernova kembali terlihat di langit fajar antara tanggal 24 November dan 22 Desember 1107. Kemudian lagi catatan kuno mengatakan bahwa supernova tersebut terlihat setidaknya selama satu tahun. Ada kemungkinan bahwa bintang tersebut terlihat tidak menentu hingga 10 tahun menurut Kronik Tiongkok Sung Shih, mengacu pada bintang yang terlihat pada bulan November 1006 hingga Mei 1016.

Para astronom percaya dari catatan kuno bahwa ini adalah supernova Tipe 1a yang lebih terang dengan perkiraan magnitudo tampak maksimum yang mirip dengan cahaya setengah bulan yang menyusut hingga seukuran bintang.

Supernova tetap terlihat dalam berbagai tingkat intensitas sepanjang musim panas, sebelum menghilang pada musim gugur. Saat Bumi berotasi, ia menjadi terlihat kembali pada bulan Desember, dan muncul kembali setidaknya selama satu setengah tahun berikutnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.