Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Pemkab Kulon Progo Sebut Angka Kemiskinan 2023 Turun 0,7 Persen

📅 Senin, 04 Mar 2024, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Pemkab Kulon Progo Sebut Angka Kemiskinan 2023 Turun 0,7 Persen Doc: ANTARA/Sutarmi
Ket. Kepala Bappeda Kulon Progo Aris Nugraha.

Kulon Progo - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakartamenyebut angka kemiskinan di wilayah ini pada 2023 turun 0,7 persen seiring adanya kebijakan pengentasan kemiskinan yang cukup masif.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan upaya pengentasan kemiskinan di daerah itu cukup masif mulai dari pemberian bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi keluarga tidak mampu.

Pada dua periode terakhir, yakni sejak 2022 sampai saat ini, penurunan kemiskinan di Kulon Progo tertinggi dibanding kabupaten/kota di DIY, dengan angka 1,99 persen.

"Pada 2023, penurunannya juga tertinggi, yakni di angka 0,7 persen. Meski angka penurunan kemiskinan pada 2023 menurun dibandingkan 2022, penurunannya tetap tertinggi di DIY," kata Aris

Ia mengatakan penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa Pemkab Kulon Progo komitmen dalam upayapengentasan kemiskinan.

Selain itu, dalam kurun waktu 11 tahun, penurunan angka kemiskinan di Kulon Progo juga tertinggi di DIY, yakni sekitar 7,1 persen.

Persentase kemiskinan di Kulon Progo memang tertinggi di DIY. Kalau terkait jumlah penduduk miskinnya, Kulon Progo nomor dua paling bawah.

Di DIY, angka kemiskinan paling sedikit, yakni Kota Yogyakarta, baru Kulon Progo. "Dari sisi kemiskinan di Kulon Progo tercatat 15 persen pada 2023 atau sekitar 70 ribu. Dibandingkan dengan kabupaten lain, kecuali kota, jumlah kemiskinan di Kulon Progo cukup kecil," katanya.

Aris mengatakan upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara terpadu, kolaborasi dengan semua pihak pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, swasta maupun perguruan tinggi.

Dari unsur pemerintah membuat wadah atau tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD). Kelembagaan ini sempat terhenti karena ketua TKPKD sesuai Permendagri adalah wakil bupati. Sementara, di Kulon Progo tidak ada wakil bupati, sehingga sebelum ada wakil bupati definitif, ketua dijabat sekda.

Kemudian, penanganan kemiskinan terpadu dilakukan dengan tiga intervensi, yakni mengurangi beban pengeluaran warga miskin, meningkatkan pendapatan dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan.

"Warga miskin kita jangan terbebani dengan banyak pengeluaran. Program intervensinya berupa bantuan sosial yang langsung kepada keluarga miskin," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

20 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

35 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.