Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Imbau Petani di Timor Tengah Selatan untuk Tanam Tanaman Berumur Pendek

📅 Minggu, 03 Mar 2024, 23:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Imbau Petani di Timor Tengah Selatan untuk Tanam Tanaman Berumur Pendek Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Penjabat Bupati TTS Seperius Edison Sipa.

Kupang - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau petani menanam tanaman berumur pendek di tengah adanya fenomena El Nino.

"Tanaman-tanaman berumur pendek atau yang cepat dipanen lebih baik diutamakan di tengah cuaca panas yang terjadi di NTT," kata Penjabat Bupati TTS Seperius Edison Sipa dari So'eIbu Kota Kabupaten TTS, Minggu.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan dampak El Nino yang terjadi di daerah itu yang mengakibatkan terjadinya perubahan musim tanam di daerah itu.

Menurut dia, sejumlah tanaman berumur pendek itu seperti tanaman sayur-sayuran, lalu tanaman cabai serta tanaman hortikultura lainnya yang dapat dijual untuk menghasilkan pemasukan untuk peningkatan ekonomi.

Pasalnya kini banyak petani di daerah itu yang mengeluh soal gagal tanam dan gagal panen akibat curah hujan yang tidak menentu akibat perubahan cuaca itu.

Dia mengatakan pada Oktober 2023 pemerintah daerah telah meminta pemerintah desa, agar setiap desa menyiapkan masing-masing 20 hektare lahan untuk ditanami jagung.

"Kita berhasil dapatkan kurang lebih 75 hektare, namun akibat El Nino ada sebagian yang gagal tanam dan ada juga sebagian yang gagal panen, karena kekurangan curah hujan," ujar dia.

Lebih lanjut kata dia, tanaman umur pendek seperti sayur-sayuran, selain bermanfaat untuk menambah pemasukan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan sayur-sayuran di pasar di Kabupaten TTS.

Dia juga mengimbau para pemuda di kabupaten itu untuk lebih baik mengolah lahan tidur di daerah itu, mengingat lahan tidur yang ada di daerah tersebut subur.

"Tidak perlu cari kerja sampai keluar NTT, apalagi sampai ke luar negeri, yang nanti dikhawatirkan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), " ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.