Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Tahunan pada Februari Meningkat Jadi 2,75 Persen

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inflasi Tahunan pada Februari Meningkat Jadi 2,75 Persen Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah melaporkan Perkembangan Indeks Harga Konsumen Februari 2024 di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2024 mencapai 2,75 persen. Angka tersebut di atas capain inflasi tahunan pada Januari 2024 sebesar 2,57 persen.

"Tingkat inflasi tahunan pada Februari 2024 adalah 2,75 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,75 pada Februari 2023 menjadi 105,58 pada Februari 2024," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah di Jakarta, Jumat (1/3).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 6,36 persen dan memberikan andil 1,79 persen terhadap inflasi umum.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar dari kelompok ini antara lain beras (0,67 persen), cabai merah (0,17 persen), daging ayam ras (0,14 persen), sigaret kretek mesin (0,13 persen) dan tomat (0,11 persen).

Komoditas lain di luar makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan, angkutan udara, dan biaya kontrak rumah.

Inflasi terjadi di seluruh inflasi, dengan tingkat inflasi tertinggi terjadi pada Provinsi Papua Selatan sebesar 4,61 persen.

Kemudian, Provinsi Gorontalo dengan inflasi 3,73 persen, Bengkulu 3,68 persen, Kalimantan Timur 3,28 persen, Jawa Barat 3,09 persen, dan Nusa Tenggara Timur 3,01 persen.

Adapun inflasi terendah terjadi di Papua Barat Daya dengan inflasi 1,81 persen. Disusul oleh Kepulauan Bangka Belitung 1,86 persen, DKI Jakarta 2,12 persen, Sulawesi Barat 2,22 persen, Kalimantan Selatan 2,27 persen, dan Bali 2,98 persen.

Secara komponen, tingkat inflasi komponen inti secara tahunan relatif stabil, yakni sebesar 1,68 persen. Sementara tekanan inflasi tahunan pada komponen harga diatur pemerintah lebih rendah bila dibandingkan Januari 2024, yakni menjadi 1,67 persen dari 1,74 persen.

Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami peningkatan tekanan inflasi, di mana inflasi pada Januari tercatat 7,22 persen lalu naik menjadi 8,47 persen pada Februari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.