Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-negara Afrika Desak WTO Selamatkan Sektor Kapas

📅 Senin, 26 Feb 2024, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Negara-negara Afrika Desak WTO Selamatkan Sektor Kapas Doc: wto.org
Ket. Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

ABU DHABI - Negara-negara penghasil kapas di Afrika pada Minggu (25/2) menyerukan agar WTO menemukan solusi atas "distorsi" perdagangan kapas yang disebabkan oleh negara-negara industri pada pertemuan tingkat menteri di Abu Dhabi.

Negara-negara yang disebut sebagai negara C4 - Benin, Burkina Faso, Mali, dan Chad - menyerukan diakhirinya subsidi kapas untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, India, dan Tiongkok, yang menurut mereka berdampak pada harga kapas dalam negeri.

"Selama 20 tahun terakhir, distorsi yang diakibatkan perdagangan kapas terus membahayakan kehidupan jutaan produsen kapas di Afrika," kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan Chad, Ahmat Abdelkerim, dalam konferensi pers di Abu Dhabi.

C4 juga menyerukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi sejauh ini, dan isu kapas dihapus dari dokumen pertanian agar diskusi dapat dilanjutkan.

Pantai Gading dan C4 menyerahkan rancangan keputusan mengenai kapas kepada Organisasi Perdagangan Dunia sebagai persiapan konferensi di Uni Emirat Arab yang dimulai pada Senin (26/2).

Namun menteri Chad mengatakan, rancangan keputusan ini "belum diperhitungkan" meskipun kapas penting "tidak hanya untuk penciptaan lapangan kerja, tetapi juga untuk ketahanan pangan".

"Ini akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perdamaian" di Afrika, tambahnya.

Sektor kapas mempekerjakan lebih dari 20 juta orang di negara-negara C4, dan bernilai $2 miliar, menurut Ibrahim Malloum, perwakilan Chad yang bertanggung jawab atas masalah perdagangan.

"Masalahnya adalah pemerataan dan keadilan ekonomi," tambah Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mali, Moussa Alassane Diallo, pada konferensi pers yang sama.

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala dan bos FIFA Gianni Infantino mengumumkan pada Sabtu, kedua organisasi tersebut akan memperkuat kemitraan mereka di bidang kapas dan menyerukan agar negara-negara Afrika dibantu untuk berpartisipasi dalam rantai nilai kapas.

Masalah pertanian sepertinya tidak akan mendapat kemajuan dalam pertemuan WTO karena beberapa negara sangat menentang usulan tersebut karena khawatir akan mengganggu pasar pangan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.