Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Komitmen Mengawal Percepatan Pembangunan Papua

📅 Senin, 26 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Bappenas Komitmen Mengawal Percepatan Pembangunan Papua Doc: ANTARA/YUVENSIUS LASA BANAFANU
Ket. Zulfakar, Koordinator Provinsi Papua Barat Kementerian PPN/Bappenas

SORONG - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkomitmen mengawal dan mendorong isu strategis dari enam provinsi di Papua dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah itu. Enam provinsi itu adalah Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, yang di dalamnya terdapat 42 kabupaten.

Koordinator Provinsi Papua Barat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Zulfakar, di Sorong, Minggu (25/2), menjelaskan dari sisi perencanaan Bappenas akan mengawal ketat proses perencanaan dari enam provinsi yang berlandas pada empat isu strategis Papua sehat, cerdas, produktif, dan damai untuk nantinya bisa tereksekusi demi percepatan pembangunan di wilayah itu.

"Supaya isu terkait dengan sumber daya manusia maupun kemiskinan dan lain sebagainya bisa mendapat respons secara baik," katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Zulfakar mengatakan percepatan pembangunan Papua bukan hanya tugas Bappenas semata, melainkan juga memerlukan dukungan dari kementerian dan lembaga untuk bersinergi mengawal percepatan pembangunan di wilayah itu.

Bappenas, sebut dia, telah ikut berkontribusi sejak awal sebagai koordinator penyusunan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP). "Tentu penyusunan RIPPP telah dimulai Bappenas sejak 2022 ketika undang-undang itu keluar, bahkan di akhir 2021," ucapnya.

Berbagai Masukan

Sejak itu, kata dia, Bappenas mengumpulkan berbagai masukan terkait isu faktual di setiap daerah dari tokoh masyarakat Papua untuk mendukung isi penyusunan RIPPP saat itu.

"Kemudian, penyusunan RIPPP ini pun dikonsultasikan dengan daerah yang saat itu masih dua provinsi, yakni Papua dan Papua Barat, dan juga kita minta masukan dari kementerian dan lembaga," bebernya.

Ia mengatakan Bappenas sangat berkomitmen untuk kemudian mendorong percepatan pembangunan di wilayah Papua. Selain itu, pada penyusunan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) jilid dua periode 2024-2029, lanjutnya, Bappenas masih tetap ikut berperan untuk menjaring aspirasi terkait isu faktual yang sifatnya substansial dari enam provinsi di Papua yang nantinya mendukung penyusunan dokumen itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.