Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Saran Dokter yang Wajib Diperhatikan untuk Meminimalisasi Potensi Serangan Jantung

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Saran Dokter yang Wajib Diperhatikan untuk Meminimalisasi Potensi Serangan Jantung Doc: ANTARAHO
Ket. Manajemen RSUD Arifin Ahmad Riau saat mensosialisasikan penting mengecek rutin hipertensi guna mencegah potensi serangan jantung baru-baru ini, di Pekanbaru, Sabtu.

Pekanbaru - Spesialis penyakit jantung dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, Provinsi Riau dr Lia Valentina Sp.JP untuk kesekian kali menganjurkan masyarakat Riau agar rutin mengukur tekanan darah (hipertensi) guna meminimalisasi potensi serangan penyakit jantung.

"Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit kardiovaskular seperti penyakit gangguan jantung dan pembuluh darah, karena itu masyarakat harus peduli dan rutin mengukur tekanan darah," kata dr Lia Valentina Sp.Jp kepada media di Pekanbaru, Sabtu.

Anjuran tersebut merupakan bagian dari kegiatan promosi kesehatan rutin dari RSUD Arifin Ahmad untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menjaga kesehatan jantung. Sedangkan hipertensi dapat menyebabkan gangguan pada organ jantung.

Ia mengatakan, hipertensi juga disebut sebagai penyakit silent killer (pembunuh diam-diam), karena tidak bergejala namun bisa merusak organ-organ penting penderita.

"Dengan menjaga tekanan darah tetap normal dan terkontrol maka dapat menurunkan potensi stroke, serangan jantung dan gagal jantung," katanya.

Ia menjelaskan, jika tekanan darah di atas 140/90 Mmhg, maka segera konsultasi dan ikuti anjuran dokter. Selain itu upaya untuk mengontrol dan menurunkan risiko terjadi hipertensi selain rutin mengecek tekanan darah, juga perbaiki gaya hidup, dan tetap menjaga berat badan ideal.

Selain itu, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan mengandung garam yang tinggi, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dan tidak merokok serta minum alkohol. Selain itu juga kelola stres dengan baik.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti sebelumnya mengatakan penyakit kardiovaskuler atau jantung menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

"Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit stroke dengan 19,42 persen dan jantung iskemik (serangan jantung) dengan 14,38 persen," katanya.

Selain Indonesia, Eva mengatakan kedua penyakit kardiovaskuler tersebut juga menjadi perhatian dunia karena penyakit jantung iskemik menyebabkan 16,17 persen kematian dunia sedangkan stroke menyebabkan 11,59 persen kematian di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bogor Barat Bakal Punya Kereta Baru, 6 Stasiun Siap Dibangun dari Parung Panjang ke Jasinga
    Preview komentar:
    Nomor WhatsApp resmi Neobank. Ini dia, WhatsApp resmi ...
    Nomor WhatsApp resmi Neobank. Ini dia, WhatsApp resmi ...
  • Pemkab Nagan Raya Perkuat Riset Perkebunan Sawit Bersama Peneliti Jepang
    Preview komentar:
    WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (neobank) adalah ...
    WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (neobank) adalah ...
  • Pengendalian Polusi Jabodetabek Harus Terintegrasi
    Preview komentar:
    Nomor WA Neo bank. WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
    Nomor WA Neo bank. WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
Surplus Beras Harus Diikuti...
Luar Negeri
Trump Kritik Kanada, Perang...
Nasional
Pengendalian Polusi Jabodet...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.