Erix Exvrayanto, Wartawan Kuningan, Jabar, Terbikan Buku ‘Publisher Rights di Indonesia’
📅 Minggu, 25 Feb 2024, 16:03 WIB | Oleh: Eko SBagi publisher atau penerbit yakni pengelola media massa Tanah Air, buku ini dapat menjadi gambaran untuk membuat model bisnis media massa yang adaptif, kolaboratif dan transformatif konvergensi media dalam menghadapi disrupsi yang ditimbulkan platform digital. Buku ini juga di samping harapannya bisa menambah wawasan para pebisnis media dalam menyikapi disrupsi media baru, diharapkan dapat melengkapi literatur pustaka atau referensi bagi dunia pendidikan.
Kendati dalam buku ini menemukan kronik-kronik masalah yang dihadapi wartawan hingga kantor pemberitaan, namun terdapat kekurangan seperti dari pembahasan tentang pihak platform digital kurang komprehensif. Karena yang disandingkan baru sebatas data Google saja, walaupun Google menjadi platform digital yang paling banyak digunakan oleh khalayak di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini diharapkan pula mendorong penulis ataupun peneliti untuk mengkaji topik serupa dengan jangkauan objek penelitan lebih luas lagi.
"Selamat Erix Exvrayanto untuk karya bukunya. Bagi pembaca, selamat menyemai pemikiran tentang perkembangan jagat media massa, semoga dapat membuahkan pandangan hingga kebaruan ide dan gagasan mendukung jurnalisme berkualitas di Indonesia," ucap Ninik Rahayu.
Sambutan Wakil Ketua Dewan Pers
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberlanjutan ekosistem bisnis media massa juga membutuhkan kebijakan yang mendukung keberagaman dan inovasi. Dalam konteks ini, pembuat konten dari latar belakang yang beragam perlu diberi ruang untuk berkembang, dan pengiklan harus didorong untuk mendukung konten yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Peran pemilik platform menjadi sangat penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung ekosistem yang inklusif dan memastikan representasi yang seimbang dalam dunia media.
Negosiasi di platform digital juga dapat berperan dalam mengatasi tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi. Perubahan algoritma, peraturan privasi, dan tren konsumen dapat mempengaruhi dinamika ekosistem bisnis media massa.
Dengan melakukan negosiasi yang terbuka dan berkelanjutan, semua pihak dapat beradaptasi dengan perubahan ini dan mencari solusi bersama untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hadirnya buku Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa yang ditulis oleh Erix Exvrayanto ini menjadi relevan. Penulis menggambarkan dinamika industri media massa di Indonesia. Buku ini menonjol karena pendekatannya yang holistik terhadap isu-isu yang diangkat.
Tidak hanya berkutat pada aspek hukum, seperti ditunjukkan pada bagian 11, buku ini juga menggali pembahasan berbasis pendekatan ekonomi (bab 10), dan perubahan budaya media massa di era konvergensi (bab 2, 4, dan 6) yang memiliki dampak signifikan terhadap iklim industri media massa di Indonesia.
Pentingnya buku ini terletak pada kontribusinya yang sangat berharga dalam literatur yang berkaitan dengan media massa dan publisher rights di Indonesia.
Buku ini bukan hanya menjadi panduan bagi mereka yang ingin memahami bagaimana iklim industri media massa di negara ini berjalan, tetapi juga menawarkan solusi konkret bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan regulasi yang konkret terkait publisher rights yang relevan untuk iklim media di Indonesia sekaligus menjadi jalan terang untuk menyelamatkan industri media massa yang serba hegemonik dan monopsonis.
"Selamat Erix dan bagi pembaca, selamat menerima wawasan yang terkembang. Salam," ucap M. Agung Dharmajaya.
Sambutan Ketua PWI Jawa Barat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!