Erix Exvrayanto, Wartawan Kuningan, Jabar, Terbikan Buku ‘Publisher Rights di Indonesia’
📅 Minggu, 25 Feb 2024, 16:03 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Istimewa
JAKARTA - Erix Exvrayanto seorang wartawan yang bertugas liputan di area Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini dirinya bukan sekadar aktif menulis sebagai jurnalis, tapi juga menjadi penulis buku.
Hal ini ditandai dengan telah terbitnya buku yang ditulis Erix Exvrayanto berjudul: "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa", di bulan Februari 2024-bertepatan momentum Hari Pers Nasional (HPN 2024).
Buku "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa" karya wartawan Pikiran Rakyat Kuningan, Erix Exvrayanto ini setebal 192 halaman dengan penerbit Deepublish Yogyakarta.
Buku "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa" merupakan hasil penelitian karya ilmiah Tesis pada waktu Erix Exvrayanto menyelesaikan studi magisternya di MIKOM UPN Veteran Yogyakarta.
Buku ini menjelaskan tentang Publisher Rights yang digagas dan dirumuskan oleh kolaborasi stakeholder pers yang terdiri dari Dewan Pers beserta konstituennya dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai upaya penyehatan ekosistem bisnis media massa di Tanah Air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam rilis pers yang diterima redaksi Minggu (25/2) Erix menjelaskan bahwa proses perumusan Publisher Rights menurut Dewan Pers yang kemudian disebut sebagai "Media Sustaninability" tercantum dalam dua draf Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), yakni Rancangan Perpres tentang Kerjasama Perusahaan Platform Digital dengan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.
Dalam buku ini Erix menganalisis apa yang menjadi latar belakang masalah yang diteliti dengan menyimak perjalanan Tim Task Force Media Sustainability dalam sekian agenda pembahasannya melibatkan konstituen Dewan Pers, Kementrian Kominfo, perusahaan media, akademisi, dan pihak platform digital. Serta, melakukan penelitian langsung ke dua perusahaan media yakni Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dan Ayo Media Network, secara triangulasi sumber data untuk diolah.
Dengan data yang diperoleh, Erix Exvrayanto penulis buku Buku "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa" ini pembaca dapat melihat apa yang mendorong stakeholder pers mengajukan usulan Publisher Rights hingga terjadi pembahasan panjang, baik Tim Task Force Media Sustainability mengkaji regulasi serupa di luar negeri yang mengisyaratkan urgensi Publisher Rights juga baik diterapkan di Indonesia, sampai bagaimana yang relevan diimplementasikan di Tanah Air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam buku Buku "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa" ini juga membahas masalah yang berpotensi memperkeruh dunia jurnalistik di Indonesia, dimana tendensinya pada kekhawatiran ada pihak yang menunggangi kepentingan platform digital asing, kapitalisme atau kaum pemodal besar yang ingin memonopoli industri media hingga tega menggerus media kecil, bahkan tak menutup kemungkinan praktik oligarki media bermain di dalamnya bermaksud ingin mengendalikan iklim pers di Indonesia.
Buku "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa" ini juga mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, SH., MS., kemudian Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya, lalu Ketua PWI Jawa Barat H. Hilman Hidayat, dan testimoni baik dari Dirjen IKP Kementerian Kominfo RI Usman Kansong, S.Sos., M.Si.
Sambutan Ketua Dewan Pers
Terbitnya buku Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa yang ditulis Erix Exvrayanto, merupakan partisipasi publik, serta menjadi masukan mengenai urgensi dan relevansi "Perpres Jurnalisme Berkualitas" yang sampai tulisan ini disusun belum disahkan dan ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia.
Dalam buku ini, penulis menggambarkan dinamika industri media massa di Tanah Air, mulai tantangan baru hingga ancaman terhadap keberlanjutannya. Serta, menaungi aspirasi dari praktisi jurnalistik yang ditelitinya dari kegelisahan beberapa wartawan dan pengelola media, dimana menuntut adanya negosiasi terhadap pihak platform digital.
Implikasi praktis buku ini, memberikan sumbangsih positif bagi para pengelola media massa di Indonesia, di samping dapat mengetahui mengapa "Perpres Jurnalisme Berkualitas" harus diusulkan dan begitu urgen diterapkan sesuai kultur serta iklim media di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!