Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD catat 16 rumah rusak usai puting beliung kembali terjang Bandung

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 16:05 WIB | Oleh:
BPBD catat 16 rumah rusak usai puting beliung kembali terjang Bandung Doc: ANTARA/HO-BPBD Jabar
Ket. Sebuah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap usai diterjang angin puting beliung di Kampung Citawa, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Minggu (25/2/2024).

Kabupaten Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 16 rumah mengalami kerusakan akibat bencana angin puting yang kembali menerjang Kabupaten Bandung pada Sabtu (24/2) sore.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat menyampaikan bencana angin puting beliung terjadi di Kampung Citawa, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung telah mengakibatkan 16 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 56 jiwa terdampak atas kejadian ini.

"Sampai dengan saat ini tercatat ada 16 rumah yang terdampak akibat angin puting beliung kemarin," kata Hadi saat dihubungi di Bandung, Minggu.

Hadi menjelaskan saat ini personel dari BPBD Jabar maupun Kabupaten Bandung yang dibantu oleh petugas TNI/Polri sedang berupaya memperbaiki atap rumah warga yang rusak. Selain itu, material yang terbang akibat diterjang puting beliung sedang dibersihkan.

"Kita sedang melakukan pembersihan material rumahnya yang berterbangan dengan dibantu oleh personel TNI/Polri di lokasi kejadian," kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya juga masih melakukan pendataan atau validasi rumah warga yang terdampak bencana dan tidak menutup kemungkinan jumlah rumah warga yang rusak akan bertambah.

"Untuk dampak masih dalam validasi saat ini BPBD masih melakukan asesmen," kata Hadi.

Meskipun tidak terjadi korban jiwa, kata Hadi, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada karena bencana serupa berpotensi terjadi kembali karena berkaitan dengan menjelang puncak musim hujan yang terjadi pada Maret.

"Diharapkan masyarakat tetap tenang dan juga waspada oleh potensi musim hujan ini. Yang harus diwaspadai bila mana ada potensi awan hitam sebaiknya menepi terlebih dahulu minimal ke tempat bangunan permanen," katanya.

Sebelumnya, pada Rabu (21/2) bencana angin puting beliung dengan kecepatan angin mencapai 36,8 kilometer per jam yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Untuk wilayah terdampak di Kabupaten Bandung berada di Kecamatan Rancaekek, Cicalengka, dan Cileunyi sedangkan di Kabupaten Sumedang berasa di Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

Berdasarkan data yang diperoleh BPBD Jabar, sebanyak 1.191 rumah mengalami kerusakan dengan mengakibatkan 1.228 kepala keluarga terdampak atas kejadian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.