Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peminat Pekerja Migran Indonesia ke Korea Meningkat Pesat 

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 17:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Peminat Pekerja Migran Indonesia ke Korea Meningkat Pesat  Doc: Istimewa.
Ket. Kepala BP2MI, Benny Rhamdani (tengah) dalam konferensi pers terkait pendaftaran untuk ujian EPS TOPIK 2024 di kantornya, Jakarta, Selasa (20/2).

JAKARTA-Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyampaikan bahwa peminat yang mau bekerja di Korea semakin meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah yang mendaftar untuk mengikuti Ujian

Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK) Tahun 2024. Ini untuk menguji keterampilan berbahasa Korea.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, jumlah yang mendaftar pada 2024 sebanyak 62.930 orang. Angka itu meningkat pesat dari tahun sebelumnya. Pada 2023 saja misalnya baru berjumlah 35.589 orang. Adapun pendaftaran untuk ujian EPS TOPIK 2024 dilakukan pada 15 Februari hingga 20 Februari 2024.

"Ini recor karena tahun tahun sebelumnya tidak sebanyak itu. Meningkatnya peminat ke Korea karena semakin membaiknya tata kelola penempatan ditambah dukungan fasilitas yang diberikan negara," ucap Benny dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (20/2).

Jika dirincikan terang Benny, pendaftar sektor manufaktur sebanyak 46.408 orang, lalu sektor perikanan 6.299, kemudian shipbuilding 1.038 orang, selanjutnya service 1 dan service 2 berturut-turut 342 orang dan 8.843 orang. Sehingga secara keseluruhan berjumlah 62.930 pendaftar.

Kata dia, berkat lobi yang intens dari pemerintah, Indonesia, Korea pun memperluas jumlah sektor yang dikerjasamakan. "Jika sebelumnya hanya dua sektor yakni manufaktur dan perikanan, maka selanjutnya akan ada tambahan tiga sektor pekerjaan baru yaitu, shipbuilding serta service 1 dan service 2," papar Benny.

Perluasan sektor yang dikerjasamakan itu sangat penting karena meningkatnya animo orang Indonesia untuk bekerja di Korea. Benny menuturkan bahwa BP2MI masih melobi agar sektor tersebut terus diperluas hingga bagian Hospitality, logistik dan sektor pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.