Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PVMBG: Gunung Semeru Sedang Tidak Baik-baik Saja

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 17:59 WIB | Oleh:
PVMBG: Gunung Semeru Sedang Tidak Baik-baik Saja Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2).

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan kondisi Gunung Semeru saat ini sedang tidak baik-baik saja karena menyimpan potensi bahaya mulai dari lontaran material erupsi, guguran lava pijar, awan panas, hingga banjir lahar hujan.

"Sebetulnya parameter semuanya positif bahwa gunung ini sedang tidak baik-baik saja hanya yang perlu ditekankan adalah antisipasi kalau awan panasnya bisa mencapai jarak yang jauh," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan pemantauan visual yang dilakukan PVMBG pada periode 1 Januari 2022 hingga 14 Februari 2024, asap letusan tampak berwarna putih kelabu dengan ketinggian antara 200 hingga 2.000 meter di atas puncak kawah.

PVMBG juga mengamati awan panas dan guguran lava pijar dengan jarak luncur sejauh 600 hingga 1.500 meter ke arah Besuk Kobokan.

"Kalau kami melihat baik secara visual maupun kegempaan relatif monoton. Masalah dari Gunung Semeru adalah kubah lava di puncak," kata dia.

Dia mengatakan kubah lava yang memiliki ketinggian mencapai 300-an meter dari dasar kawah telah menciptakan dampak bahaya tambahan mengakibatkan jarak luncur awan panas melebihi 11 kilometer pada Desember 2022.

Awan panas terbaru yang terjadi pada 9 Februari 2024 dengan jarak luncur 1.500 meter.

"Ini (awan panas) sifatnyasilent. Gunung itu terlihat datar-datar saja tetapi mengandung potensi bahaya yang harus kita antisipasi terkait pertumbuhan lava dan juga kubah yang semakin lama semakin tinggi," kata Hendra.

Ia mengatakan gempa-gempa tidak terlampau signifikan, akan tetapi awan panas bisa kapan saja terjadi.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.

Awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.