Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Salip Jepang, Jerman Kini Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-3

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebab, terutama sejak tahun 2000-an, otoritas pemerintahan di Jerman aktif menerapkan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang memudahkan perusahaan beroperasi di negara tersebut, ujarnya.

Pencarian Jati Diri

Selama tahun-tahun boomingnya pada 1970-an dan 80-an, beberapa orang memproyeksikan Jepang akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Namun pecahnya gelembung aset Jepang pada awal 1990-an menyebabkan stagnasi dan deflasi ekonomi selama beberapa dekade.

Ketika pada 2010 posisi kedua Jepang diambil alih oleh pesaingnya di Asia, Tiongkok - yang perekonomiannya kini empat kali lebih besar - hal ini mendorong terjadinya pencarian jati diri.

Meskipun sebagian besar disebabkan oleh melemahnya yen, tertinggalnya Jerman masih akan menjadi pukulan terhadap harga diri Jepang dan menambah tekanan terhadap Perdana Menteri Fumio Kishida yang tidak populer.

Penghinaan yang lebih besar akan terjadi ketika India diproyeksikan akan melampaui Jepang pada 2026 dan Jerman pada 2027 dalam hal output - meskipun tidak dalam PDB per kapita - menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Jerman dan Jepang "menyusut kontribusinya terhadap pertumbuhan global dan mendukung pertumbuhan yang lebih cepat... karena produktivitas mereka sudah sangat tinggi dan sangat sulit untuk meningkatkannya," kata ekonom Natixis, Alicia Garcia-Herrero.

"Tentu saja, Jerman dan Jepang dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi hal ini. Yang paling jelas adalah mengizinkan lebih banyak imigrasi atau meningkatkan angka kesuburan," katanya kepada AFP.

Jepang "belum membuat kemajuan dalam meningkatkan potensi pertumbuhannya," harian keuangan Jepang Nikkei menulis dalam editorialnya baru-baru ini.

"Situasi ini harus dianggap sebagai peringatan untuk mempercepat reformasi ekonomi yang terabaikan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.