Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Salip Jepang, Jerman Kini Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-3

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Salip Jepang, Jerman Kini Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-3 Doc: vnexpress.net/reuters
Ket. Warga berbelanja di kawasan perbelanjaan Kurfuerstendamm, Berlin, Jerman, 18 Desember 2023

TOKYO - Jepang yang diperkirakan akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia merosot ke posisi keempat di bawah Jerman pada tahun lalu, menurut data resmi, Kamis (15/2), meskipun India diperkirakan akan melampaui kedua negara tersebut pada dekade ini.

Meskipun tumbuh 1,9 persen, produk domestik bruto nominal Jepang pada 2023 adalah 4,2 triliun dollar AS, dibandingkan dengan Jerman 4,5 triliun dollar AS, menurut angka yang dirilis bulan lalu.

Perubahan posisi ini terutama mencerminkan penurunan tajam yen terhadap dollar, dan bukan mencerminkan perekonomian Jerman - yang mengalami kontraksi 0,3 persen pada 2023 - mengungguli Jepang, kata para ekonom.

Mata uang Jepang merosot hampir seperlima pada 2022 dan 2023 terhadap mata uang AS, termasuk sekitar tujuh persen pada tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh upaya meningkatkan harga, Bank of Japan mempertahankan suku bunga negatif, tidak seperti bank sentral besar lainnya yang menaikkan biaya pinjaman untuk melawan melonjaknya inflasi.

"Menyalipnya Jerman... dalam ukuran dollar banyak disebabkan oleh jatuhnya yen baru-baru ini. PDB riil Jepang sebenarnya telah mengungguli PDB Jerman sejak 2019," kata ekonom Fitch Ratings Brian Coulton.

Produsen-produsen Jerman yang sangat bergantung pada ekspor sangat terpukul dengan melonjaknya harga energi setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Negara dengan perekonomian terbesar di Eropa ini juga terhambat oleh kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) di zona euro serta ketidakpastian anggaran dan kekurangan tenaga kerja terampil.

Populasi Menurun

Jepang juga sangat bergantung pada ekspor, khususnya mobil, meskipun yen melemah -- yang membuat ekspor lebih murah -- telah membantu perusahaan-perusahaan besar seperti Toyota mengimbangi kelemahan di pasar-pasar utama seperti Tiongkok.

Namun negara ini lebih menderita dibandingkan Jerman dalam hal kekurangan pekerja karena populasinya menurun dan tingkat kelahiran tetap rendah. Para ekonom memperkirakan kesenjangan antara kedua perekonomian tersebut akan melebar.

Data pada hari Kamis menunjukkan bahwa ekonomi Jepang menyusut sebesar 0,1 persen kuartal-ke-kuartal dalam tiga bulan terakhir tahun 2023, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen.

Pertumbuhan kuartal ketiga juga direvisi turun menjadi negatif 0,8 persen, yang berarti Jepang berada dalam resesi teknis pada paruh kedua tahun 2023.

"Seperti Jepang, populasi Jerman mengalami penurunan, namun pertumbuhan ekonomi tetap stabil," kata Toshihiro Nagahama, ekonom di Dai-ichi Life Research Institute.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.