Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gagal Tangani Imigran Ilegal, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Dimakzulkan

📅 Rabu, 14 Feb 2024, 15:54 WIB | Oleh:
Gagal Tangani Imigran Ilegal, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Dimakzulkan Doc: jurist.org
Ket. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro N. Mayorkas.

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat AS memutuskan untuk memakzulkan Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas, karena dinilai gagal menangani gelombang imigran yang melintasi perbatasan Meksiko secara ilegal.

Dikutip dari RT, mosi untuk mengajukan dakwaan pemakzulan terhadap Mayorkas disetujui dengan hasil pemungutan suara 214 berbanding 213 pada Selasa (13/2). Hanya tiga anggota Partai Republik yang bergabung dengan seluruh anggota Partai Demokrat yang memberikan suara menentang tindakan tersebut.

Dalam mosi setebal 22 halaman, anggota parlemen mengatakan Mayorkas menolak untuk mematuhi keputusan pengadilan federal mengenai krisis perbatasan, dan mengatakan dia bertanggung jawab atas lonjakan besar-besaran di perbatasan selatan.

Pengajuan tersebut juga menuduh pejabat tersebut menyesatkan Kongres, dengan mengklaim bahwa ia telah "menunjukkan ia akan tetap menjadi ancaman terhadap keamanan nasional dan perbatasan" dan "bertindak dengan cara yang sangat tidak sesuai dengan tugasnya dan supremasi hukum."

"Sepanjang masa jabatannya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri, Alejandro N. Mayorkas telah berulang kali melanggar undang-undang yang disahkan oleh Kongres mengenai imigrasi dan keamanan perbatasan,"kata mosi pemakzulan tersebut.

"Sebagian besar karena tindakannya yang melanggar hukum, jutaan orang asing memasuki Amerika Serikat secara ilegal setiap tahunnya dan banyak dari mereka yang secara tidak sah tetap tinggal di Amerika Serikat."

Mayorkas selamat dari upaya pemakzulan sebelumnya pekan lalu dengan perolehan suara tipis 214 berbanding 216, di mana empat anggota Partai Republik memihak Partai Demokrat.

Baik Partai Demokrat maupun DHS mengecam tindakan tersebut, dan anggota DPR California Tom McClintock mengatakan tuduhan terhadap Mayorkas "meregangkan dan memutarbalikkan Konstitusi." Dia juga memperkirakan artikel-artikel tersebut akan menghadapi "penolakan" di Senat, yang akan bertugas menghukum atau membebaskan kepala Keamanan Dalam Negeri.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara DHS Mia Ehrenberg mengatakan Partai Republik di DPR akan"diingat oleh sejarah karena menginjak-injak Konstitusi demi keuntungan politik daripada berupaya menyelesaikan tantangan serius di perbatasan kita."

Anggota parlemen AS telah menghabiskan waktu berbulan-bulan berdebat mengenai pendanaan tambahan untuk keamanan perbatasan di tengah masuknya para imigran. Partai Republik bersikeras agar dana disisihkan untuk krisis perbatasan sebelum mereka menyetujui paket bantuan militer bernilai miliaran dolar untuk Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.