Pemilih Domestik Harus Tiru Antusiasme Para Diaspora Gunakan Hak Pilih
📅 Selasa, 13 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/MOCH ASIM
» KPU di masa tenang harus menggugah publik agar menggunakan hak pilihnya saat pemilu.
» Dengan partisipasi publik yang tinggi diharapkan tidak dinodai kasus cacat dan kecurangan.
JAKARTA - Animo para diaspora atau warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang antusias menggunakan hak pilihnya patut ditiru para pemilih dalam negeri. Dengan berbagai tantangan seperti jarak ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jauh, cuaca, dan berbagai hambatan lainnya tidak menyurutkan semangat mereka untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi.
Peneliti Politik Center of Economic and Law Studies (Celios), Yeta Purnama, mengatakan animo masyarakat di dalam negeri seharusnya sama dengan semangat yang ditunjukkan WNI yang sedang berada di mancanegara.
"Jangan sampai kertas suara kita yang belum tercoblos disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan," kata Yeta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab itu, perlu kerja sama beberapa pihak, seperti KPU, Bawaslu, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal itu untuk memastikan kemudahan akses seluruh masyarakat di berbagai penjuru termasuk yang sedang dilanda bencana, di pelosok, hingga para penyandang disabilitas agar dapat menggunakan hak suaranya dengan benar.
Direktur Kasimo Institute, Edward Wirawan, berpandangan selain kesadaran publik untuk memilih, perlu juga melihat persiapan persiapan teknis KPU terutama logistik, terkait perlunya menggugah kesadaran publik agar memilih dan tidak masuk kelompok golongan putih (golput).
"Saya melihat golput itu sebabnya pertama karena alasan-alasan tertentu dan yang kedua karena 'malas memilih'," kata Edward.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh sebab itu, di masa tenang seperti saat ini, justru harus diisi KPU untuk menggerakkan demokrasi dengan menggemakan agar publik menggunakan hak pilihnya," kataya.
"KPU itu kan lembaga negara. Jadi, gunakan fasilitas negara, media, medsos, untuk 'propaganda' agar publik aktif memilih. Di masa tenang yang diam adalah para kandidat dan pendukung, sedangkan KPU harus semakin giat.
"Seruan itu penting untuk menyasar para golput yang masuk kategori malas karena alasan teknis dan sebagainya," kata Edward.
Pada kesempatan terpisah, Aktivis Kebangsaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra, mengatakan gairah para pemilih luar negeri untuk ikut mencoblos surat suara pemilihan presiden dengan berbondong-bondong ke TPS adalah sesuatu yang mengharukan.
"Sangat membahagiakan melihat antusiasme, gairah, pemilih kita di luar negeri. Ini mesti mendorong warga dalam negeri untuk menggunakan hak pilihnya. Di dalam negeri TPS di dekat rumah, warga seharusnya berbondong-bondong ke TPS," kata Widihasto.
Pada setiap pilpres, rakyat harus berusaha memilih pemimpin terbaik yang ada saat ini. Tidak ada calon pemimpin yang sempurna, tapi calon pemimpin yang jelas-jelas menggunakan segala cara untuk berkuasa pastilah wajib dihindari. Rakyat, katanya, harus bisa menolak calon pemimpin haus kuasa tersebut dengan datang ke TPS dan memilih capres yang lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!